Rasanya ingin kembali ke masa-masa dimana aku masih mengenakan putih abu-abu. Kenangan bersama XII MM 2 selama tiga tahun selalu membekas dalam benakku. Aku merindukan suasana gaduh di dalam kelas. Aku merindukan setiap sudut bangku yang tak pernah lolos dari jail tangan penghuni kelas. Aku merindukan bagaimana kami berbondong-bondong ke ruang guru untuk meminta maaf karena telah membuat salah satu guru tak ingin mengajar kami lagi. Aku rindu dengan suasana kelas yang tegang ketika bersama-sama kami menonton film horror di dalam kelas sewaktu jam kosong. Aku rindu suasana lab komputer yang seketika berubah menjadi tempat karaoke karena dihuni XII MM 2. Aku rindu suasana kelas yang mengharukan ketika kami menonton K-Drama bersama-sama. Mulai dari The Heirs sampai dengan My Love From The Another Stars. Aku Rindu sekali.
Aku teringat bagaimana kelakuan idiot Ajeng yang membuat kami sekelas tertawa. Aku teringat bagaimana Yuri yang selalu memasang muka cuek bebeknya, dan melirik tanpa arti melalui kaca matanya. Aku ingat bagaimana cara Nunung yang berdakwah di dalam kelas layaknya Ustadzah gadungan. Aku ingat bagaimana tampang lucu Chupid yang terlihat konyol ketika kami sekelas menertawakan kelemotannya. Aku ingat bagaimana Madu yang selalu bolak-balik kamar mandi sampai-sampai menghabiskan sabun Biore warna ungu. Aku ingat betapa kelas berubah menjadi sunyi diam tanpa suara ketika Njuel mulai marah. Aku benar-benar ingat dengan bagaimana Nirania, Layla, Nina, Metty dan Tsany sedang bergossip-gossip ria di depan kelas. Entahlah apa yang mereka bicarakan, mungkin tentang cak Syamsul yang selalu memasang muka tanpa ekspresi, atau mungkin bapak-bapak kantin yang terlihat menggelikan, atau bahkan mungkin cak Rodi yang selalu setia menemani kambing-kambingnya makan di lapangan rumput di samping sekolah. Aku masih ingat ketika beb Laras ke kantin, hal pertama yang dicarinya adalah ikan bandeng. Aku ingat betapa masamnya muka si Hasinah. Aku mungkin berbicara dengan Hasinah hanya sekali dua kali saja selama tiga tahun kami sekelas. Haha. Aku ingat bagaimana Dhella yang selalu sujud syahwi di atas meja, sampai-sampai di lempar penghapus. Aku ingat bagaimana Ella dan Ainun selalu memasang muka serius ketika memikirkan soal matematika. Aku ingat bagaimana Delset dan Ook yang selalu bermesra-mesra ria di bangku belakangku. Aku ingat bagaimana mami Putri yang selalu diam penuh misteri di bangku pojok paling belakang. Aku ingat bagaimana Firqi, Nidah, Miya, Rofa dan Melly berkumpul entah membicarakan sesuatu atau menonton sesuatu. Aku ingat bagaimana kami semua pernah saling memiliki konflik satu sama lain.
Aku bahagia sekali karena Tuhan telah mengirimkan teman-teman yang baik sepanjang masa seperti kalian. Aku tak peduli bagaimana sekolah memandang rendah kita, bagaimana mereka selalu berprasangka buruk terhadap kelas kita. Karena yang kutahu, kita tidak seperti apa yang mereka pikirkan tentang kita. Sampai jumpa kembali kawan. Ketahuilah betapa aku sangat merindukan kalian. Kuharap kalian baik-baik saja. Aku penasaran bagaimana dengan kita yang dua puluh tahun kemudian yah? Aku tak bisa membayangkan bagaimana Ajeng pergi ke reuni dengan anak yang banyak sekali. Haha. Maafkan kesalahanku selama ini yah teman-teman. Mungkin selama ini ada perkataan atau perbuatan yang membuat kalian tersakiti, maafkan aku. Beribu kata maaf dariku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar