Senin, 04 Agustus 2014

Cinta Diujung Jalan


Tak mudah untuk menampik rasa cinta yang sudah bersemi di hatiku sejak bertahun-tahun  yang lalu. Kurasa sampai sekarang aku masih mencintainya walau tak ada harapan yang terlihat di pelupuk mataku. Dia yang sekarang berada di sampingmu mungkin lebih baik dariku. Karena kau terlihat lebih bahagia ketika bersamanya. dibanding ketika bersamaku dulu. Inilah saatnya aku untuk bersikap dewasa. Aku akan melepaskanmu, seberat apapun itu karena itu karena yang kutahu hanya bahagiamulah yang membuatku tersenyum hingga detik ini. Cintaku masih tersisa, tapi harapanku telah sirna. Tak ada lagi tentang kita yang harus diceritakan. Ibarat novel, cerita kita sudah berakhir. Dan bukan ini akhir cerita yang kuharapkan.
Hampir sepekan aku memunguti serpihan hatiku yang berserakan. Hampir sepekan aku mengunci mulutku untuk berbicara tentangmu. Dan hampir sepekan aku merasakan mataku sembab karena menahan air mata. Aku tak ingin menangis lagi. Sudah cukup bagiku menangisi dirimu. Perlahan kurasakan cahayamu meredup. Dan kini benar-benar kurasakan aku tak dapat menemukan titik terangmu dalam gelapku. Seberapa keras usahaku mencarimu dalam kegelapan, aku tak menemukanmu. Jatuh bangun aku mengejarmu, dan tanpa menoleh kau terus berlari sekencang-kencangnya. Tak peduli darah yang membanjir di telapak kakiku, aku tetap mengejarmu dan sesekali meneriakkan namamu. Nihil. Kau tak pedulikan aku. Kuharap kau memberiku satu alasan agar aku dapat membencimu sebelum kau pergi meninggalkanku dengan luka. Karena berkali-kali kau menyakitiku, tetap saja tak membuatku jera untuk kembali kepadamu. 
Kutatap nanar wajahku di cermin. Rasanya ingin kupecahkan cermin itu. Aku tak ingin melihat diriku sendiri dalam keadaan rapuh., lemah dan tak berdaya. Tapi yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menangis dan meratapi kebodohanku. Cinta yang dulu menyinari hari-hariku, cinta yang dulu kubanggakan di depan teman-temanku, kini kandas tak berbekas. Hanya luka yang masih tersisa sekarang, dan aku menangisinya sendiri. Dunia begitu dingin, membuatku menggigil. Aku tak peduli sekalipun dunia melirikku sinis, atau menertawakan kebodohanku. Karena inilah perasaanku, inilah cintaku, cinta yang tak terbalas olehmu. Di sini aku merindukanmu, di sana kau berdua dengannya. Inikah dirimu yang sebenarnya? Tak kuduga kau dan dia menjalin cinta di belakangku. Apalah artinya kata cinta yang kau ucap. Apalah artinya kesetiaanku selama ini? Selama ini aku selalu membanggakanmu di depan mereka yang selalu memandang sebelah mata hubungan kita. Aku tak pernah sekalipun menyebut keburukanmu kepada mereka. Tapi sekarang, semuanya tahu alasanku untuk menyerah. Sekali lagi, mereka menertawakanku! Sekali lagi mereka datang untuk mengobati luka hatiku, walau kutahu itu takkan berhasil. Kau tahu, kau telah membuatku kecewa untuk kesekian kalinya. Dua tahunku bersamamu, tawa dan tangis yang kualami selama ini, suka duka, semuanya kembali terlihat di dalam benakku. Aku masih teringat betapa dulu kau menyakitiku, lalu meminta maaf kepadaku. Pernahkah aku membalas kesakitanku itu? Pernahkah aku sekalipun menghianati perasaanmu? Tidak. 

Dan sekarang  benar-benar tak ada yang bisa kulakukan untuk kita. Aku menyerah. Detik ini juga aku menyerah. Aku tak ingin lagi menjalin kasih denganmu. Aku tak ingin lagi berjalan di atas duri. Pergilah, aku sudah merelakanmu. Hatiku sudah melepaskanmu untuk selamanya. Entahlah apa ini yang dinamakan orang-orang dengan 'cinta itu seperti cokelat, manis di mulut pahit di kerongkongan'. Mungkin iya.

Aku tak mampu lagi hidup dengan janji-janji manismu. Aku tak sanggup lagi tidur pulas dalam mimpi indah yang kauberikan. Aku harus bangun dari mimpiku, akan kuhadapi kenyataan saat ini. Kenyataan bahwa kau bukan milikku lagi. Seperti tamparan keras untukku, segalanya terasa menyakitkan. Hubungan yang selama ini kita bangun, runtuh dengan secepat ini hanya dengan kebohonganmu. 

Selama ini aku tak percaya dengan perkataan mereka yang membuatmu buruk di mataku. Aku berusaha keras untuk tidak mempercayai mereka. Tapi sekarang, ketika semuanya indah untukku, tiba-tiba saja hilang, lenyap. Ketahuilah, tak selamanya orang yang menyayangimu akan bertahan mencintaimu. Semuanya bisa berhenti dan berubah ketika sebuah kebohongan menghancurkan hati. Jika kau ingin mereka yang mencintaimu bertahan, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan, jangan menyakiti hatinya apalagi sampai berulang-ulang. Manusia standart sepertiku tak bisa menghilangkan batas kesabaran. Aku bisa muak kapan saja dengan hubungan kita. Ketika aku ingin bertahan dan memperjuangkanmu, kau malah menghancurkan segalanya. 

Sekarang kau telah bersamanya. Jangan memanggilku untuk kembali lagi. Kau sudah tak membutuhkanku lagi. Dia bisa selalu berada di dekatmu, sementara aku tidak. Dia membuatmu bangga, sedangkan aku hanya membuatmu risih. Cukup untuk waktu yang selama ini kau berikan kepadaku. Cukup kata cinta yang selama ini kau nyanyikan di telingaku. Cukup raut wajahmu yang membingkai di benakku.Cukup tak lagi.


Andai waktu bisa terulang kembali, aku hanya ingin memperbaiki segalanya. Aku ingin menghapus masa di mana aku mengenalmu, masa di mana aku bertemu denganmu, dan segala masa yang kau berada di dalamnya. Aku sakit, apa yang bisa kau lakukan selain meminta maaf? Ketika kau terluka oleh cintanya, kau datang kepadaku. Kau menangisi hatimu yang terluka oleh harapan pupus. Dan aku. Pernahkah kau memikirkan perasaanku? Aku merasa selama ini aku hanyalah boneka bodoh yang bisa kau permainkan kapanpun. Dan baru kusadari satu hal : kau datang ketika kau membutuhkan aku, dan kau akan pergi ketika dia membutuhkanmu. Cukup adil kah itu? Kau tak pernah ada di setiap waktu aku membutuhkanmu. Aku selalu menjadi pihak yang lebih lama menunggu dan mencari. Kau melarangku berhubungan dengan lelaki siapapun, aku setuju dan aku tak pernah berhubungan dengan siapapun selain dirimu. Tapi ketika aku butuh orang yang mendengarkanku, apa kau datang? Tidak sama sekali. Kau acuhkan aku, kau terlalu asyik dengan duniamu sendiri. Kau tak pernah membuatku terlihat ada di dalam duniamu. Kali ini cukup kau membuatku terlihat bodoh di depan mereka. Aku tak ingin mengenalmu lagi. Aku sendiri bahkan tak percaya 'cinta bisa berubah menjadi benci' sampai aku sendiri yang mengalaminya. I hate you so much! You've broke my heart. I've got deep pain in my heart. Just go and don't ever come back. If you dare to come back, I will kill you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar