Senin, 04 Agustus 2014

For Distancer

Ini bukan tentang apa yang kukerjakan di sini atau apa yang kau kerjakan di sana. Ini tentang 'ada tidaknya kepercayaan' dalam hubungan kita. Setiap perjalanan panjang, harus ada sedikit waktu berhenti untuk singgah, melepas lelah. Dan sekarang kita sedang menempuh perjalanan panjang, yah perjalanan panjang sampai akhirnya titik di mana hubungan kita akan berlabuh. Entah itu berujung pernikahan, atau bahkan perpisahan. Karena saat ini kita sedang ada di dunia nyata, bukan maya. Kita harus siap menghadapi apapun realita yang sudah atau akan terjadi kepada kita. Dan realitanya, kita sedang terjebak dalam keadaan yang membuat rindu menguasai kita. Kita terjebak dalam perbedaan tempat dan waktu yang amat sangat jauh. Kita hanya bisa mempertahankan hubungan ini dengan rasa saling percaya. Dan kita terpaksa, mau atau tidak, kita harus menikmati hari-hari hanya dengan merindukan bayangan masing-masing.
Percayalah, karena sesungguhnya 'Aku percaya kepadamu' itu lebih penting, dalam suatu hubungan yang keadaannya LDR, daripada 'Aku sayang kepadamu'. Karena setiap orang belum tentu mempercayai orang yg disayanginya. Tapi faktanya, setiap orang akan menyayangi orang yang dia percaya.
Setiap kesetiaan juga harus ada ujiannya. Seseorang tidak bisa dikatakan setia jika tidak ada godaannya. Aku mempersilakan kepada setiap wanita di luar sana untuk menggodamu. Jika kau tergoda, aku akan berterimakasih kepada mereka karena mereka telah menunjukkan padaku bahwa kau pantas diletakkan di masa lalu. Tapi jika kau tidak tergoda, aku tetap akan berterimakasih kepada mereka karena mereka telah menunjukkan kepadaku bahwa kau pantas diletakkan di masa depan.
Setelah semua yang telah terjadi kepada kita, aku paham satu hal ; pada hakikatnya, seorang laki-laki selalu ingin menjadi yang pertama untuk wanitanya. Berbeda dengan wanita. Seorang wanita tak peduli apakah dia menjadi yang pertama atau tidak, karena seorang wanita selalu ingin menjadi yang terakhir bagi lelakinya. 
Seorang wanita tidak peduli dengan apa yg terjadi di masa lalu lelakinya, karena seorang wanita terlalu sibuk untuk menjadikannya yang terakhir bagi lelakinya.
Hubungan jarak jauh membuat seorang wanita jauh lebih dewasa dalam bersikap dibanding dengan laki-laki. 
Tidak ada hubungan jarak jauh yang didalamnya tidak ada 'rasa curiga yang berlebihan'. Jelas ada, sedikit atau banyak, jelas rasa itu selalu muncul di masing-masing pihak. Karena keterbatasan tempat dan waktu membuat lelaki atau wanita selalu ingin tahu apa yang sedang dikerjakan pasangannya di sana. Ketahuilah, 'rasa curiga yang berlebihan' justru akan membuat hubungan semakin rapuh. Karena di setiap 'rasa curiga yang berlebihan' akan selalu mendatangnya negative thinking yang akan merusak otak dan akan membuat kita terbakar rasa cemburu yang tak jelas. 'rasa curiga yang berlebihan' justru malah akan membuat kita saling mengekang pasangan, sehingga membuat kita seakan bersikap 'overposessive'. 
Setidaknya curigalah sewajarnya. Setidaknya, cemburu sewajarnya. Setidaknya kepo sewajarnya. Bagaimanapun juga setiap orang mempunyai privasi yang mungkin tidak bisa dibagi dengan orang lain bahkan dengan pasangannya sendiri. Cukup percaya dan yakinkan hati sendiri. Mempunyai 'rasa percaya yang tinggi' terhadap pasangan, akan membuat pasangan kita mungkin berpikir dua kali jika ingin selingkuh. Jika memang pasangan kita selingkuh, cukup instrospeksi diri aja. Mungkin selama ini kita kurang memberi perhatian sehingga pasangan kita mencari pasangan ke orang lain. Mungkin selama ini kita terlalu sibuk sehingga secara tak sengaja mengacuhkan pasangan kita. Atau mungkin selama ini kita terlalu 'overposessive' terhadap pasangan kita sehingga membuat dia tak nyaman bersama kita. Karena menurut pengalam pribadi, semua itu terjadi karena kesalahan saya sendiri yang dulu tak pernah bersikap sebagai 'pasangan yang baik' untuk pasangan saya.
Fighting Distancer!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar