Mulutku terkunci setiap kali ingin kembali menyebut namamu dalam do'aku. Entahlah apa yang membuatku tak bisa melupakanmu sampai sekarang. Kata orang, cintaku kepadamu tak bisa dinalar dengan rasional manusia. Aku pun tak tahu apakah itu salah atau benar, aku tak bisa menyebutnya dengan cinta tanpa batas rasional. Orang-orang selalu bertanya kenapa aku bisa mencintaimu seperti itu, yang mereka tanyakan kepadaku selalu 'apa yang kau sukai dari dirinya?' aku tak bisa menjawabnya. Jauh dari dalam hatiku, aku tak bisa berpikir how can I love you like this. I've never felt like this before. How can I love someone so much like the way I love you. Aku selalu mencintaimu dengan bersungguh-sungguh. Kemarin, hari ini, dan mungkin saja hari selanjutnya tetap begitu. Aku terlalu mencintaimu, sampai akhirnya aku lah yang menghancurkan diriku seperti ini. Perasaanku terlalu dalam kepadamu.Itulah kebodohanku. Aku bodoh karena aku tak bisa belajar untuk melupakanmu. Mereka dengan mudahnya berkata 'life must go on and you have to move on from him. Don't look back, he is only your past.' Tapi hatiku sulit untuk melakukannya. Everything that I do, reminds me of you. My heart falling into pieces. As long as you were here with me, you'd brush away this loneliness from me. Now, I feel everything was seem so dark for me. I cann't find you in my dreams anymore, even in my prays.
Kuharap kehancuranku ini hanya berselang beberapa waktu saja, kedepannya aku bisa lebih menerima kenyataan. Maafkan aku yang terlalu mencintaimu. Tapi sebelumnya, kuharap pilihanmu adalah pilihan yang terbaik. Aku tahu dia bisa membahagiakanmu lebih daripada aku. Suatu saat nanti, jika Tuhan mengizinkan kita bertemu kembali, aku tak keberatan jika kau sekedar menyapaku. Tapi jangan pernah mengungkit masa-masa lalu yang menyakitkan. Jujur saja, aku tak berharap Tuhan mempertemukan kita kembali. Jujur saja, aku terlalu sakit untuk menatap wajahmu kembali. Jujur saja, semuanya terasa begitu cukup untuk membuatku hancur berkeping-keping.
Mulai detik ini, aku akan berusaha untuk tidak kembali mengingat-ingat tentang dirimu. Aku akan berusaha keras sekali untuk tidak mengucapkan namamu melalui mulutku. Aku akan mencoba untuk tidak mengingat nama ataupun wajahmu. Aku akan berusaha, dan aku tahu aku bisa. Inilah tekadku, aku tak akan pernah lagi kembali kepadamu.
Semoga kau sadar betapa tidak enaknya berada di posisiku saat ini. Semoga kau sadar akan pengorbananku selama ini. Semoga kau sadar akan banyaknya air mata yang kukeluarkan karenamu. Semoga kau sadar betapa aku selama ini mencintaimu lebih dari apapun yang pernah kumiliki. Aku sempat berpikir kaulah anugerah terindah yang pernah kumiliki. In the fact, aku salah menilaimu. Kau bukanlah apapun yang pernah kubanggakan selama ini. Sekarang aku mengerti sisi lain dari dirimu. Sekarang aku menemukan alasanku untuk tidak memuji-muji kebaikanmu. Karena selama ini yang kutahu kau adalah yang terindah. Nyatanya kau hanyalah manusia biasa yang entah kenapa bisa membuatku jatuh cinta begitu dalamnya.
Tuhan, jika kau izinkan aku bersanding dengannya di kemudian hari, kumohon sebelum itu terjadi, ubahlah takdirku sekarang juga. Aku membatalkan semua do'aku tentang dirinya. Berilah aku lelaki yang jauh lebih baik dari dirinya, yang bisa mencintai kekuranganku, yang bisa menyayangi keluargaku seperti dia menyayangi keluarganya. Biarkan aku bersanding dengan lelaki yang bisa membimbingku menuju surga-Mu. Tuhan, mungkin keinginanku terlalu berlebihan. Aku ingin lelaki sederhana yang sangat menghargai arti sebuah kesetiaan.
"Love was changes into Hate feels"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar