Jumat, 04 Desember 2015

Tentang Cinta


Dan sekarang benar-benar tak ada yang bisa kulakukan untuk kita. Aku menyerah. Detik ini juga aku menyerah. Aku tak ingin lagi menjalin kasih denganmu. Aku tak ingin lagi berjalan di atas duri. Pergilah, aku sudah merelakanmu. Hatiku sudah melepaskanmu untuk selamanya. Entahlah apa ini yang dinamakan orang-orang dengan 'cinta itu seperti cokelat, manis di mulut pahit di kerongkongan'. Mungkin iya. 

Aku tak mampu lagi hidup dengan janji-janji manismu. Aku tak sanggup lagi tidur pulas dalam mimpi indah yang kauberikan. Aku harus bangun dari mimpiku, akan kuhadapi kenyataan saat ini. Kenyataan bahwa kau bukan milikku lagi. Seperti tamparan keras untukku, segalanya terasa menyakitkan. Hubungan yang selama ini kita bangun, runtuh dengan secepat ini hanya dengan kebohonganmu. 

Selama ini aku tak percaya dengan perkataan mereka yang membuatmu buruk di mataku. Aku berusaha keras untuk tidak mempercayai mereka. Tapi sekarang, ketika semuanya indah untukku, tiba-tiba saja hilang, lenyap. Ketahuilah, tak selamanya orang yang menyayangimu akan bertahan mencintaimu. Semuanya bisa berhenti dan berubah ketika sebuah kebohongan menghancurkan hati. Jika kau ingin mereka yang mencintaimu bertahan, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan, jangan menyakiti hatinya apalagi sampai berulang-ulang. Manusia standart sepertiku tak bisa menghilangkan batas kesabaran. Aku bisa muak kapan saja dengan hubungan kita. Ketika aku ingin bertahan dan memperjuangkanmu, kau malah menghancurkan segalanya. 

Sekarang kau telah bersamanya. Jangan memanggilku untuk kembali lagi. Kau sudah tak membutuhkanku lagi. Dia bisa selalu berada di dekatmu, sementara aku tidak. Dia membuatmu bangga, sedangkan aku hanya membuatmu risih. Cukup untuk waktu yang selama ini kau berikan kepadaku. Cukup kata cinta yang selama ini kau nyanyikan di telingaku. Cukup raut wajahmu yang membingkai di benakku.Cukup tak lagi.

Andai waktu bisa terulang kembali, aku hanya ingin memperbaiki segalanya. Aku ingin menghapus masa di mana aku mengenalmu, masa di mana aku bertemu denganmu, dan segala masa yang kau berada di dalamnya. Aku sakit, apa yang bisa kau lakukan selain meminta maaf? Ketika kau terluka oleh cintanya, kau datang kepadaku. Kau menangisi hatimu yang terluka oleh harapan pupus. Dan aku. Pernahkah kau memikirkan perasaanku? Aku merasa selama ini aku hanyalah boneka bodoh yang bisa kau permainkan kapanpun. Dan baru kusadari satu hal : kau datang ketika kau membutuhkan aku, dan kau akan pergi ketika dia membutuhkanmu. Cukup adil kah itu? Kau tak pernah ada di setiap waktu aku membutuhkanmu. Aku selalu menjadi pihak yang lebih lama menunggu dan mencari. Kau melarangku berhubungan dengan lelaki siapapun, aku setuju dan aku tak pernah berhubungan dengan siapapun selain dirimu. Tapi ketika aku butuh orang yang mendengarkanku, apa kau datang? Tidak sama sekali. Kau acuhkan aku, kau terlalu asyik dengan duniamu sendiri. Kau tak pernah membuatku terlihat ada di dalam duniamu. Kali ini cukup kau membuatku terlihat bodoh di depan mereka. Aku tak ingin mengenalmu lagi. Aku sendiri bahkan tak percaya 'cinta bisa berubah menjadi benci' sampai aku sendiri yang mengalaminya. I hate you so much! You've broke my heart. I've got deep pain in my heart. Just go and don't ever come back.

Selasa, 08 September 2015

FAQ - Hijab

"Kak, dari awal udah pengen pake hijab tapi kok kayanya aku ngga cocok ya? Keliatan jelek gitu kalo pake hijab."

- Kamu pake hijab, niatnya karena Lillahi Ta'ala apa karena pujian semata? Lakukan sesuatu karena Allah, in shaa Allah barakah. Kalau niatnya cuma mau jadi objek yang diliat dan dipuji, kenapa harus pake hijab? Kan pake hijab tujuannya memang agar kita dilindungi dari mata-mata yang ngga seharusnya melihat kita. Jelek? Sayang, yang penting kita keliatan cantik di depan Allah dan suami, keliatan jelek di yang lainnya sih ngga masalah. Yuk pake hijab :)

"Pake jilbab tapi kok kelakuannya ngga bener? Jilbabin dulu hatinya, baru kepalanya!"

- Ini memang yang menjadi salah satu 'problem' yang sering dibicarakan kaum remaja. Ketahuilah, hijab dan akhlak adalah perkara yang berbeda. Aku mengenakan hijab, bukan karena akhlakku sudah sangat sempurna. Pun aku melakukan shalat lima waktu bukan karena aku tak pernah melakukan dosa. Berhijab adalah sesuatu yang wajib untuk muslimah. Sesuatu yang 'wajib' dalam arti adalah sangat harus dilakukan. Kenapa? Karena hijab secara tidak langsung kita terhindar dari tatapan-tatapan yang tak halal. Jilbabin dulu hatinya? Ini juga sedikit kurang tepat. Dengan menghijabi aurat, sedikit demi sedikit kita akan mengubah akhlak kita. Tidak seharusnya kamu berkata begitu, kamu tidak tahu bagaimana kami berusaha keras untuk menjadi lebih baik. Kamu tidak tahu bagaimana kami berhati-hati dalam melakukan suatu hal karena takut orang akan menyalahkan hijab yang kami pakai. Sekali lagi, ingat ya, berhijab bukan berarti hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang akhlaknya sempurna :)

"Hari gini, pake hijab? Ngga modis ah!"

- Modis atau keren pun tidak harus mengumbar aurat, bukan? Kamu cantik, alangkah lebih baik jika kecantikanmu hanya untuk suamimu nanti. Kalau kita mengaku cinta Allah, kita ngga akan ragu untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, bukan?

"Kamu punya rambut bagus, kenapa harus ditutup-tutupin?"

- Kita tak pernah tahu kapan kontrak kita di dunia ini habis, bukan? Kenapa kita masih menunda-nunda untuk melaksanakan perintah Allah? Sayang rambut? Terus kalau kita mati, rambut kita dibakar di neraka, apa ngga lebih sayang lagi tuh? Rambut adalah mahkota, tapi juga bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri nantinya. Karena rambut, kita bisa dilempar ke neraka yang paling dasar. Na'udzubillahi min dzalik. Masih mau pamer rambut? Tutupin yuk :)

( "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Al-Ahzab : 33 )

Postingan ini bukan dibuat untuk menyindir siapapun, sekedar self-reminder yang semoga bermanfaat untuk semuanya, In Shaa Allah :) 
Muslimah, Let's wear a scarf because of Allah ! Beauty Inside, Pretty Outside In Shaa Allah :)

For more question, ask me by Ask.fm/minaeffendi 
Danke
- @minaeffendy -

Sabtu, 05 September 2015

Dear My Future Husband

Dear My Future Husband ...
Kalau kamu mencari yang sempurna, jangan datang kepadaku karena aku tidak dilahirkan untuk menjadi sempurna.
Kalau kamu mencari yang cantik, jangan memilihku karena masih banyak yang jauh lebih cantik dan menarik dibanding aku.
Kalau kamu mencari yang pandai dalam urusan dapur, jangan meminangku karena mungkin kamu akan kecewa nantinya ketika mendapati masakanku tak seenak yang kamu bayangkan.
Tapi kalau kamu mencari yang bersedia untuk belajar menjadi lebih baik, datangi waliku. Aku bersedia menikah denganmu. 
Aku bukanlah wanita tangguh, baik, dan bahkan sholehah.  Tidak, aku bukanlah wanita seperti itu. Aku hanyalah wanita yang berusaha belajar dari waktu ke waktu untuk memperbaiki diri dan menjadikan diri ini, at least, terlihat pantas jika bersanding denganmu kelak.

Dear My Future Husband ...
Aku tidak mencari yang sempurna, karena aku menginginkan Imam yang masih membutuhkan do'a, cinta dan kasih sayang dariku.
Aku hanya membutuhkan seseorang yang membutuhkan aku, yang mencintai aku karena-Nya, yang menjadikanku prioritas utama setelah Allah dan kedua orangtuanya, yang bersedia membimbingku dengan kesabaran, yang bersedia menunggu proses belajarku untuk menjadi lebih baik.
Aku tidak memberikan jaminan bahwa kamu akan bahagia jika menikah denganku, tapi aku berjanji akan memberikan yang terbaik yang bisa kulakukan untukmu.
Aku tidak berjanji akan selalu mematuhimu, tapi aku akan selalu berusaha untuk mengiyakan apa yang baik, dan menolak dengan halus jika memang itu buruk.

Dear My Future Husband ...
Bukan Istana mewah berdinding emas yang kuharapkan
Bukan mobil mahal keluaran terbaru yang kuimpikan
Bukan juga berlian yang memikau yang kudambakan
Ketahuilah,
Aku hanya ingin mendampingimu, berjalan bersamamu, menjadikanmu Imamku, memberikanmu yang terbaik dan selalu mendoakanmu.
Aku hanya ingin membangun keluarga kecil yang In Shaa Allah sakinah, mawaddah, warrohmah.
Aku hanya ingin menjadi jodohmu, dunia dan juga akhirat.

Dear My Future Husband ...
Aku menantikanmu.
Aku tak tahu kapan Allah mengirimkan kamu kepadaku.
Aku akan siap. Kapan pun itu.
Untuk sekarang, aku hanya bisa terus menerus berdoa dan memperbaiki diri.
Akan kuberikan yang terbaik untukmu kelak.

Dear My Future Husband ...
I will cook, I will dressed, I will clean for you
I will be the best wife I can be, I will be the best mom I can be
If only you promise me one thing ; get me to Jannah with you

“Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

- @minaeffendy -


Sabtu, 29 Agustus 2015

Speak Your Mind

Silent is gold, but if you can change the world by speak out, why not? Personally, aku bukan orang yang gampang speak out my mind di dalam forum, karena itu pasti membuat aku jadi pusat perhatian and I hated it. Aku bukan type orang yang bisa pe-de mengutarakan apa yang ada di otak aku secara gamblang. Aku lebih suka speak out di social media yang aku punya. Dengan begitu, I can share anything dan bahkan bisa speak out sesuka aku. Thanked God banget ada social media, jadi orang-orang seperti aku yang cuma bisa speak out in mind bisa lebih berekspresi. Honestly, aku sih pengen banget bisa seperti mereka yang It's okay to be man of the match dalam suatu lingkup manusia. Kayaknya enak banget ya bisa ngomong sesuka kita tanpa harus peduli apapun, istilahnya itu 'bodoamat'. Jangankan dalam forum yang at least orangnya lebih dari 20 members, dalam kelompok yang membersnya ngga sampe 10 orang aja kayanya susah banget buat aku speak out. 
Jadi, kalau ada orang di luar sana yang sama sepertiku, I know how it feels, dude! Actually kita punya banyak yang pengen dibicarakan, tapi don't know why itu rasanya sulit banget buat keluar dari mulut. Kaya rasanya tertelan di tenggorokan. Menyebalkan, bukan?
Kunci utama supaya kita bisa percaya diri dan bisa bebas berekspresi di dunia nyata ya memang harus 'bodoamat' sama semua orang. Dengan begitu, kita bisa lebih bebas berbicara sesuka kita. Ngomong sih gampang, ya? Ngelakuinnya itu lho yang susahnya minta ampun! Kalau kalian punya saran atau motivasi yang bisa dikasih ke aku, text me on minaeffendy@gmail.com seriously I need it! Aku sudah kuliah dan aku masih belum bisa speak out itu membuat aku merasa seperti invisible di lingkup kampus. Pathetic. 

Rabu, 05 Agustus 2015

Aku Benar-Benar Tak Tahu Malu

Assalamu'alaikum good peeps 🍃
Hijrah. Satu kata yang menyimpan makna tersendiri bagi siapapun yang memutuskan untuk melakukannya. Bukan keputusan kecil, namun perubahan setelahnya membawa hikmah yang sangat besar. Hijrah is mean 'berpindah'. Maksudnya, berpindah menjadi yang lebih baik lagi. Tak ada hidayah yang datang dengan sendirinya. Jangan hanya menunggu hidayah, bangun dan jemputlah ia. Keputusanku untuk berhijrah tidak hanya membuat mereka terkejut. Bahkan aku sendiri pun setengah tak percaya dengan keputusan yang kuambil. 
Agamaku telah sempurna, kenapa aku tidak? Kenapa aku berusaha mengabaikannya? Waktu demi waktu terbuang sia-sia selama 19 tahun aku hidup. Aku tak ingin seperti itu lagi. I have to be better. I have no time to wait for anything. I'm a moeslim, why can't I act like any other moeslims? Yes, I know. I'm so pathetic. Terlebih usiaku yang sudah banyak, kenapa aku belum bisa menata hatiku? 
Allah tak pernah meninggalkanku, lantas kenapa aku tak mendekati-Nya? Allah tak pernah melupakanku, lalu kenapa aku mengabaikan panggilan-Nya? Allah selalu mengabulkan do'a ku, memenuhi kebutuhanku, tanpa peduli berapa banyak dosa yang kulakukan. Entah aku harus terharu atau malu. Bahkan sejuta tahun aku menangis dan memohon ampun mungkin belum bisa menebus dosaku selama ini. Aku benar-benar tak tahu malu. Masih saja aku melakukan dosa tanpa takut Allah marah kepadaku. Aku benar-benar tak tahu malu. Masih saja meminta tanpa bersyukur. Aku benar-benar tak tahu malu. Masih saja mengeluh tanpa benar-benar berusaha. Aku benar-benar tak tahu malu. Mengumbar aurat di mana-mana, tanpa ingat Allah selalu melihatku. Aku benar-benar tak tahu malu.
Pernah di suatu titik aku benar-benar ingin mengakhiri hidupku, itu adalah masa-masa terberatku. Aku benar-benar menyerah dan aku merasakan jalan buntu di depanku. Siapa aku sih sampai-sampai berpikir seperti itu? Aku terlalu berani menganggap hidupku tak ada artinya. Aku terlalu sering menkufurkan nikmat Allah. Banyak di luar sana menginginkan hidup dengan berjuang mati-matian, dan aku ingin mengakhiri hidup hanya karena masalah sekecil debu? Pengecut! Ya, aku adalah pengecut. Tak berani membuka mata untuk melihat ke depan. Allah memberiku hidup tanpa bayar, dan aku mengelu? Aku benar-benar tak tahu malu. 
Aku pernah berpikir, "tak masalah tak terlalu menutup aurat yang penting tidak melakukan dosa besar seperti zina, ya kan?" Bodoh! Kenapa aku berpikir seperti itu? Di mana otakku? Aku mencintai ayahku lebih dari apapun, tapi kenapa aku masih saja mendekatkan ayahku ke api neraka? It was my biggest mistake.
"Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup auratnya, maka selangkah pula ayahnya mendekati api neraka."
Aku benar-benar tak tahu malu. Mudah saja berkata, "I love you, Dad." Tapi masih saja mengumbar aurat di sana-sini. Memalukan.
Wanita berhijab belum tentu baik, tapi wanita baik sudah pasti berhijab. Insya Allah. 
Ketahuilah, saudari-saudariku, seorang ayah tak ingin mobil mewah/rumah mewah dan mungkin harta bergelimang dari kita. Cukup jangan dekatkan beliau dengan api neraka, cukup ringankan hisabnya kelak di akhirat. Love your dad and Let's cover ourselves. Tutuplah auratmu dengan hijab, sebelum kain kafan yang menutupnya. Jangan mengulur-ulur waktu, siapa yang tahu kapan kita akan mati. Maaf, bukan sok ceramah, sekedar mengingatkan sesama muslim, sebelum terlambat. 
Semoga bermanfaat 😊

Selasa, 07 Juli 2015

HIJAB FASHION

Style is knowing who you are, what you want to say and not giving a damn - Gore Vidal


Kali ini aku bakalan sharing apapun yang berhubungan dengan FASHION STYLE karena bagaimanapun juga, itulah salah satu cara untuk mengekspresikan diri semau kita. Dari awal SMA, aku sudah interested ke Fashion dan bahkan passion aku ada di Fashion Design. Aku niatnya mau kuliah ambil jurusan Fashion Design, tapi Tuhan berkata lain. Mungkin sekarang jalan buat aku masih ketutup, tapi aku yakin next time pasti bisa.
Well, karena aku berhijab, jadi aku lebih tau tentang mix and match baju yang tertutup. contohnya foto yang di atas itu aku pake jeans, short dress yang di cover sama sweater. Aku sebenernya lebih suka pakai high heels, tapi untuk mix and match aja jadinya aku pake sneakers. Untuk hijab style nya aku lebih sering pake yang simpel dan mudah digunakan aja sih. But it depends on your pleasure. Saran aku, pakai hijab yang sewarna dengan rok atau celana nya, Itu akan mengesankan lebih matching
Kapan-kapan aku share lagi yaa. Feel free to ask me in Ask.fm/minaeffendi and don't forget to follow my Tumblr (minaeffendy) thank you. Gudnight.

Kamis, 11 Juni 2015

Love Can Be Hurt



You will never fall in love until get hurt on jealousy. Faktanya, itu adalah kebenaran. Menyakitkan, bukan? Bisakah kita mencintai seseorang tanpa harus terluka? Laugh and Tears are completing each other. Kita tak bisa selamanya bahagia dalam cinta, ada saatnya kita merasa … tidak bahagia. Karena yang kutahu, tawa dan air mata adalah sepaket. Bukan bahagia yang mendatangkan cinta, tapi cinta lah yang mendatangkan bahagia. You’ll happy when you are with someone you love. In other side, you’ll get a pain. Kita tak pernah merencanakan kepada siapa kita akan jatuh cinta. Bagaimana jika kita jatuh cinta kepada orang yang salah? Karena bagaimanapun, kita akan bertemu dengan orang yang salah sebelum akhirnya kita akan bertemu dengan orang yang tepat. Love can be hurt. Kita tak pernah tahu apakah perasaan kita akan menyakiti orang lain.

Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, bukan menyatukan. Kita tak tahu apakah kita bertemu dengan seseorang hanya untuk singgah, atau tinggal menetap. Takdir tidak semudah membalik-kan telapak tangan. Semuanya butuh process and progress. Tak ada yang bisa mengubah takdir kecuali kita sendiri, dengan campur tangan Tuhan tentunya. Ketika kau mulai yakin kepada satu orang, cukup tataplah seseorang itu, tuntun dia berjalan menemukan takdir. Tak peduli apakah dia akan menyakitimu, atau terluka, genggamlah tangannya dan jangan pernah melepasnya. Ingatlah, tak selamanya apa yang kaumiliki akan menjadi milikmu dan selama itu masih milikmu, pertahankan. Usahakan untuk tidak menyakiti seseorang yang memilihmu menjadi pemilik hatinya.

Cinta itu bukan tentang bagaimana kita tidak pernah menyakiti, tapi tentang bagaimana kita berusaha untuk saling menguatkan ketika kita tersakiti. Cinta bukan tentang siapa yang salah, tapi tentang siapa yang memilih mengalah demi mempertahankan untuk saling bersama. Cinta bukanlah tentang siapa yang paling banyak berkorban, tapi cinta adalah tentang menghargai pengorbanan sekecil apapun itu.

Seringkali kita bertengkar, mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya bukan masalah. Kita pernah menyerah, namun pada akhirnya itu hanya menyiksa diri kita masing-masing. Bagaimana-pun cinta menyakiti, ingatlah cinta juga memberimu kebahagiaan. Bertahanlah dengan apa yang kaumiliki sekarang. Ganbatte!

Sejujurnya, aku merindukanmu…