Entah berapa kali kita dipisahkan oleh badai. Tak peduli berapa kali kita akhirnya mengalah pada keadaan. Dan sekarang kita bertemu lagi, bersama kembali. Rindu yg sekian lama kupendam, akhirnya membuncah tak tertahankan. Betapa aku merindukan kehadiranmu di sisiku. Ah, aku ingat bagaimana dulu ku tak peduli berapa banyak kau mencoba mempertahankan kita. Maafkan aku. Aku terlalu jahat, ya? Tapi aku hanya ingin kau sadar bahwa aku sangat terluka, karena memang aku sangat mencintaimu. Aku tak pernah membayangkan dulu bagaimana aku tak bisa melupakanmu. Semakin aku membencimu, semakin aku takut kehilanganmu. Aku tahu aku salah, tak pernah luangkan sedikit waktu untuk sekedar memperhatikanmu. Ketahuilah, aku hanya tak tahu bagaimana aku harus memperhatikanmu. Aku bukanlah pecinta yang baik. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yg lebih baik setiap harinya. Tahukah kau, aku ingin menghabiskan masa tua bersamamu. Aku ingin kita menua bersama-sama, meminum teh di teras rumah sambil melihat cucu-cucu kita bermain di halaman rumah. Ah, indah sekali. Jika kau diberi kesempatan untuk hidup selama 99tahun, aku ingin meninggal sehari sebelum kau berusia 99tahun. Dengan begitu, aku tak perlu hidup tanpamu walau hanya sehari. Kelak kita akan membangun keluarga bersama, mendidik mereka, dan merawat mereka sampai mereka melahirkan anak-anak mereka. Sederhana, bukan? I love you!
Selasa, 16 Desember 2014
Ketika Tuhan Mengizinkan Kita Bersama
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Minggu, 14 Desember 2014
Aku Mencintaimu Hari Ini, Besok, dan Seterusnya
Tak terasa hampir tiga tahun kita bersama.
Suka duka terlewati dengan tidak mudahnya. Berbagai perbedaan muncul satu persatu, dan alhamdulillah kita mampu melaluinya. Sejak awal mengenalmu, aku tahu ada sesuatu dalam dirimu yang beda. Entah kenapa setiap memandangmu, seakan aku mempunyai pandangan untuk bagaimana aku kedepannya. Kau membuatku merasa lebih baik, lebih nyaman, dan lebih menjadi diriku sendiri. Terima kasih untuk tetap berada disampingku hingga saat ini. Terima kasih untuk tetap mencintaiku meskipun kau tahu betapa banyak kekuranganku. Terima kasih untuk tetap mengharapkanku biarpun jarak yang membentang di antara kita membuat segalanya menjadi semakin rumit.
Baik-baik di sana, aku selalu mencintaimu. Ketika kau berpikir mungkin aku lelah dengan hubungan kita yang LDR, kau salah. Aku tak pernah lelah menjadi orang yang selalu ada untukmu. Aku tak pernah lelah menjadi pendengar baik untukmu. Aku tak pernah lelah untuk bilang "Aku Kangen Kamu". Aku tak pernah lelah untuk menunggumu menemuiku. Aku kangen, selalu. Tapi aku paham bagaimana keadaan kita yang seperti ini. Aku mencintaimu, dan aku harus menerima konsekuensi bahwa ada jarak di antara kita.
Aku bangga memiliki lelaki sepertimu. Walaupun terkadang kau sangat menyebalkan.
Walaupun terkadang kau bersikap egois. Maafkan aku yang terlalu sering terbawa emosi dan berkali-kali meninggalkanmu. Sederhana sebenarnya, aku tak pernah ingin meninggalkanmu. Tahukah kau setiap kali aku memutuskan hubungan kita, aku selalu menyesal dan ingin mengulang semuanya dari nol.
Aku senang kau selalu bertahan untukku walaupun sikapku terkadang dingin dan ingin menjauh darimu. Maafkan aku. Bukan maksud untuk meninggalkanmu, aku hanya ingin mengeringkan luka lama yang masih terasa pedih. Itu saja.
Kau pernah bertanya padaku, apakah aku bosan dengan hubungan kita yang LDR seperti ini. Jawabannya adalah TIDAK. Aku sama sekali tidak merasa bosan menjalin hubungan seperti ini. Aku bahagia, ya walaupun terkadang aku iri melihat mereka yang selalu dekat. Tapi sekarang aku sadar. Yang terpenting bukanlah tidak adanya jarak. Karena yang terpenting adalah adanya komunikasi. Percuma dekat, kalau jarang berkomunikasi. Bahkan yang selalu dekat akan cepat merasa bosan. Sedangkan yang LDR, saling kangen-kangenan dan membuat hubungan langgeng. Aku percaya suatu saat jarak yang membentang di antara kita saat ini, akan diganti dengan sesuatu yang sangat indah di waktu yang tepat.
Happy 34th anniversary Sayang. Hope longlast and keep romance ya Sayang. Ich Liebe Dich.
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Jumat, 12 Desember 2014
Menunggu Adalah Bagian Dari Usahaku Menemukan Takdir
Tak ada yang bisa menebak bagaimana dan apa yang akan terjadi di masa depanku. Aku tak pernah berencana untuk menemukanmu di perjalananku menemukan takdir. Aku bahagia saat mendengar suaramu, apalagi ketika menyebut namaku. Setiap hari yang kulalui adalah hari terindah. Aku pernah bersamamu sebelum ini. Tapi mungkin tak seindah yang sekarang. Terima kasih telah mempertahankan aku. Aku bangga memiliki hati seseorang yang sangat spesial sepertimu. Maafkan jika aku sering membuatmu kecewa.
Aku pernah berpikir bahwa aku bisa hidup tanpamu. Ketika kau membuatku terluka untuk yang ke sekian kalinya, aku merasa dunia seakan-akan hancur dan tak mau memihakku. Tapi sekarang, setelah semua yang kita lalui, aku sadar. Terluka bukan berarti harus meninggalkan, bukan? Aku harus bertahan, dan memang aku tak bisa untuk tidak mempertahankanmu. Aku mencintaimu, seluruh jiwa dan ragaku adalah milikmu. Terima kasih untuk selalu ada bagaimanapun keadaanku. Terima kasih telah menerima bagaimanapun kekuranganku.
Ich Liebe Dich.
I Miss You.
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Minggu, 07 Desember 2014
Agen Islam yang baik
Banyak sekali rencana dalam hidupku yang belum terwujud. Aku ingin menjadi agen Islam yang baik, yang mampu menatap bukan hanya dengan satu sudut pandang saja. Ketika kita dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang sulit, kita pasti mengeluh. Itu sudah menjadi kewajaran. Tapi aku ingin melihat persoalan sebagai tantangan tersendiri. Bukankah kita harus menghadapi beberapa soal ujian untuk naik kelas? Nah begitulah hidup. Jika ingin menjadi manusia yang lebih bermutu, harusnya mampu menyelesaikan persoalan serumit apapun itu. Kita punya otak untuk berpikir, kaki untuk berjalan, tangan untuk bergerak, hati untuk yakin dan ikhlas, mulut untuk berdoa, dan Tuhan yang akan menuntun kita. Awalnya aku hanya ingin melakukan travelling untuk bersenang-senang dan
mencari pengalaman saja. Tapi sekarang, aku menyadari masih banyak sejarah
Islam di dunia yang harus kutelusuri dengan pijakan kakiku sendiri. Aku ingin
suatu saat nanti, bersama suamiku, aku bias menapaki jejak Islam di belahan
bumi yang lain, wilayah Timur dan Barat. Pertama, aku ingin menyaksikan dengan
mata kepalaku sendiri bagaimana kebesaran Tuhanku yang menciptakan langit, bumi
dan seisinya. Aku ingin melaksanakan rukun islam yang kelima, Al-Hajj. Aku ingin mencium Ka’bah,
merasakan khidmahnya wukuf di sana. Aku ingin berziarah ke makam Rasulullah
atau yang disebut dengan Raudlah, dan mengunjungi Makam Ibrahim. Tak hanya itu,
aku ingin melaksanakan shalat jamaah di Masjidil Haram dan juga Masjid Nabawi.
Aku sangat berharap suatu saat nanti Allah mengizinkan aku dan suamiku
mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam yang lain.
Dari dulu, aku ingin ke Perancis, tepatnya ke
Paris. Awalnya aku hanya ingin melihat keindahan Menara Eifel, sebelum aku tahu
bahwa Paris juga menyimpan sejarah Islam. Kabarnya, Kaisar pertama Perancis,
Napoleon Bonaparte, adalah seorang Muslim. Sebagai seorang Muslim tentunya ini
membuatku ingin tahu lebih. Tidak mudah untuk menjadi agen Muslim yang baik,
tapi itu bukan berarti ‘Mustahil’ kan? Ketika aku mengutarakan maksudku untuk ‘travelling around the world’, ada
seseorang teman yang menanggapinya dengan serius. Dia bertanya kepadaku apakah
tidak sulit jika kita ingin bepergian ke luar negeri, sedangkan status kita
adalah Muslim. Apakah itu tidak menghambat ketika kita bersinggah di
Negara-negara yang anti-muslim, seperti Amerika misalnya. Aku hanya tersenyum
mendengarnya. Memang belum kubuktikan secara langsung. Tapi aku yakin, status
Muslim tidak akan menghambat kita dalam menggapai keinginan. Kurasa kita hanya
‘harus’ menjadi agen Muslim yang baik. Harusnya kita mampu membuktikan kepada
mereka bahwa kita bukanlah Teroris. “I Am
Moeslim but I Am Not Terroris, Don’t Hate Me!” itulah yang membuatku yakin
bahwa kita mampu bertahan di kalangan anti-muslim jika kita mampu menjadi agen
muslim yang baik.
Aku ingin orang-orang non-muslim, setidaknya,
mencintai muslim bukan malah menjauhi dan membenci. Aku sendiri memiliki
tetangga non-muslim, awalnya dia tidak bisa hidup dengan lingkungan muslim.
Tetapi, karena kami memperlakukannya dengan sangat baik, akhirnya dia merasa
nyaman dan tak pernah berpikir bahwa muslim adalah sebuah ancaman.
Aku memiliki seorang teman dan dia adalah seorang
Atheis, katakanlah namanya si A. Dia tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Tapi
aku tahu dia masih dalam perjalanan menemukan Tuhannya, karena dia adalah
seorang yang kritis dan selalu ingin tahu. Dia sangat penasaran dengan Islam.
Dia pernah berkata, “Agama Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, apapun itu,
memiliki Tuhan yang jelas (terlihat). Tapi kenapa Islam tetap berkeyakinan
bahwa Tuhan mereka ada padahal mereka tak mengetahui di mana keberadaanNya dan
bagaimana wujudNya.” Salah seorang temanku yang muslim, katakanlah namanya si B
menjawab dengan sangat bagus. “Apakah kau percaya dengan adanya udara?” si A
menjawab “Ya, tentu. Buktinya kita bisa bernapas.” Si B tersenyum dan bertanya
lagi. “Apakah kau tahu bagaimana wujud udara?” si A menggeleng. “Itulah
jawabannya. Kau tak pernah bisa melihat wujud udara, tapi kau tetap percaya udara
itu ada. Karena kau merasakannya. Begitulah muslim. Kami yakin dan merasakan
keberadaan Allah di dalam hati kami.” Betapa besarnya rasa ingin tahuku akan
sejarah peradaban Islam di dunia ini.
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Rabu, 05 November 2014
Be a Dreamer!!!✌
To be a great person, you must be brave to dream. Don't ever be afraid to falling down. If you're planning your future, you will imagine it, and then you will try to make it cometrue. I've ever heard about "no pain no gain". It is meaningful for me, specificly. I think it is true. Everything is need pain, tears, times, and many other else. Nothing is instant in the world.
To be dreamer, you have to be a confident person. You also have to be an ignorant person, not arrogant officially. You have two ears that it can hearing, but you also have two hands to close your ears. Let many people talk too much, let them are judge you, it is meaning that they're so care about you.
Dream as high as you can! Dreams are free, you don't need to pay for dreaming. The only one thing is free in this world except breathing, is dreaming.
After have a dream, you have to wake up and bring it into reality for your brighter future.
There are many type of person. For example :
👉People who making some dreams and after that shows the world that their dreams aren't only dreams.
👉People who always stuck in a place and believe that God must be give a fate and they don't need to try to get a better fate by other way.
👉People who always make a fault and won't to stuck in a moment. So they're always learn from their fault.
What type do you want to be? but first, you must know that nothing is wrong in that choice. You only need to choose the best choice. Whatever it is, it is your life. The only one that know what the best thing for your life, is yourself.
To be a great person, you must be brave to dream. Don't ever be afraid to falling down. If you're planning your future, you will imagine it, and then you will try to make it cometrue. I've ever heard about "no pain no gain". It is meaningful for me, specificly. I think it is true. Everything is need pain, tears, times, and many other else. Nothing is instant in the world.
To be dreamer, you have to be a confident person. You also have to be an ignorant person, not arrogant officially. You have two ears that it can hearing, but you also have two hands to close your ears. Let many people talk too much, let them are judge you, it is meaning that they're so care about you.
Dream as high as you can! Dreams are free, you don't need to pay for dreaming. The only one thing is free in this world except breathing, is dreaming.
After have a dream, you have to wake up and bring it into reality for your brighter future.
There are many type of person. For example :
👉People who making some dreams and after that shows the world that their dreams aren't only dreams.
👉People who always stuck in a place and believe that God must be give a fate and they don't need to try to get a better fate by other way.
👉People who always make a fault and won't to stuck in a moment. So they're always learn from their fault.
What type do you want to be? but first, you must know that nothing is wrong in that choice. You only need to choose the best choice. Whatever it is, it is your life. The only one that know what the best thing for your life, is yourself.
Enjoy your life and keep dreaming✌
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Kamis, 07 Agustus 2014
The Quotes Of Mina Effendy
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Rest In Peace, My Grandmom. I Love You
Foto ini diambil beberapa jam sebelum beliau berpulang ke Rahmatullah :'( Alhamdulillah malam-malam sebelumnya masih sempat tidur di samping beliau. Aku sayang Grandma :-*
Al Fatihah
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
My Bestfriend My Everlasting
Sore itu aku, sewaktu aku di kamar mandi, ibu berteriak memanggil namaku. Selesai mandi, aku menemui tamu yang sedari tadi menungguku. Aku tak tahu siapa dia sampai akhirnya aku menemuinya di ruang tamuku. Seorang anak laki-laki, seumuran denganku, bersama kedua orang tuanya. Setelah bersalaman, aku duduk di samping ibuku yang sedang asyik berbicara dengan orang tua anak laki-laki itu.
Seiring perlahan kutatap muka anak itu. Matanya terasa familiar, tapi wajah dan postur tubuhnya sangat susah kuingat. Siapa dia. Dia tertawa kecil melihatku penasaran dengan sosoknya. Aku diam saja sampai akhirnya dia menyebutkan namanya. Demi Tuhan rasanya aku ingin menampar mukaku sendiri. Apakah aku mimpi! Dia adalah kawan lamaku yang sudah lama tak bertemu denganku, sekitar tujuh tahun lamanya. Pantas saja matanya terasa tidak asing bagiku. Demi Tuhan dia telah berubah 360 derajat. Dulu, sewaktu masih kecil dan kami sering main bersama, dia bukanlah laki-laki yang mempunyai paras tampan, atau postur tubuh yang tinggi dan ramping seperti itu. Jelas saja jika aku tak mengenalinya. Lama kami bertukar cerita setelah sekian lamanya tidak bermain bersama karena dia sudah pindah rumah mengikuti Papanya yang pindah dinas di luar kota. Yang kutahu dari ceritanya, sekarang dia sudah kuliah di Universitas Airlangga, Surabaya. Aku masih tidak percaya bahwa sosok di hadapanku saat ini adalah dia teman kecilku dulu. Beda sekali. Dulu dia gendut sekali dan sekarang rasanya tidak ada secuil lemak pun dalam tubuhnya. Perfect body!
Selama hampir tiga jam kami mengobrol, akhirnya aku percaya bahwa hanya fisiknya yang berubah, tapi sifat dan sikapnya tidak sama sekali. Mungkin bedanya, dia sedikit dewasa sekarang. Kami pun bertukar nomor telepon. Dua hari kemudian dia mengirimiku pesan singkat.
Him : Hey, tante!
Aku bingung, siapa yang berani-beraninya mengirimiku sms seperti itu. Aku diam saja, tak kubalas pesan singkat itu.
Him : Ini aku, prince charming
Rasanya pengen muntah aku melihat pesan itu. Dari caranya mengirimiku pesan, aku tahu kalau itu adalah dia, teman kecilku. Sejak itu, dan sampai sekarang pun kami sering smsan, dan bahkan sesekali dia menelponku. Aku senang sekali akhirnya kembali bertemu dengan kawan lama yang selama ini selalu menemaniku bermain kemanapun, kapanpun dan bermain apapun.
"Tak ada yang bisa memisahkan pertemanan, sekalipun itu waktu. Karena pertemanan tidak akan lekang oleh ruang dan waktu" - Mina Effendy
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Rabu, 06 Agustus 2014
Hijab FashionPreneur
Alive Shoes from : @DoranDoreen online shop
Ini long dress from Ayidh Hijab online shop and sweat T-Shirt from Farah Segav Online Shop.
This fashion from Dress Up Shop at Malang Town Square Lt. 2 and lipstick from Mac
This pict take by me in my room. Sweat Sweater from Center Point at Malang Olympic Garden
Location : Indonesia
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
About Dreams
Terkadang impian tidak sama seperti kenyataan. Kadang kita harus nunggu lama untuk menggapai mimpi itu, tapi kadang kita harus menerima kenyataan yang tak berpihak kepada
kita, ketika impian dan kenyataan tidak berada di satu dimensi yang sama.Mimpi itu indah, dan tentunya tak terbatas. Kau bisa memimpikan apapun yang kau ingin, apapun.
Bahkan hal yang tidak mungkin sekalipun. Kau bisa membuat dunia sendiri, yang isinya hanya kau dan seluruh mimpi yang kau ciptakan. Aku punya dunia sendiri, dunia yang
kuciptakan dengan impian dan harapanku sendiri. Ketika aku tak bisa mewujudkan harapan di dunia nyata, kuwujudkan semuanya di duniaku sendiri, dunia impian.
Apa yang akan kau lakukan ketika impianmu dan kenyataan yang ada berbanding terbalik? Siapa yang akan kau salahkan? Keadaan? Waktu? Siapa? Mungkin ini yang membuatku
takut. Aku takut menyalahkan keadaan ataupun waktu. Bagaimanapun, kita tak dapat memaksa keadaan. Kita tak dapat mengulang waktu yang telah terbuang. Time is money.
Aku mengerti kenapa ada pepatah seperti itu. Karena waktu tak bisa dibeli dengan uang. Karena, kenyataannya, uang tak dapat membeli kebahagiaan dan juga waktu. Sedikit
apapun waktu, sebisa mungkin hargailah.
Harapan. Apa artinya hidup ketika tak ada satupun harapanmu untuk hidup? Tuhan memberikan manusia nyawa, akal, dan hati. Itu semua memiliki harapan. Setidaknya, manusia
hidup masih memiliki harapan untuk hidup esok harinya. Aku punya satu harapan yang mungkin peluangku sangat kecil untuk mewujudkannya. Aku punya satu impian yang
mungkin peluangku sangat sedikit untuk menggapainya. Tapi aku tak pernah mematikan harapan dan impianku. Aku selalu merasa, suatu saat cepat atau lambat, aku bisa me-
miliki harapan dan impian yang kuciptakan sendiri. I believe it.
Harapan dan impianku sangat sederhana, tetapi sangat indah. Aku bertanya kepada diriku sendiri, 'apa yang kulakukan untuk semua itu?' entahlah, aku masih belum melakukan
apapun. Aku akan memulai semuanya dari sekarang. Ini kesempatanku, yang kuharapkan menjadi satu keberuntungan untukku. Yeah, tak selalu kesempatan itu mendatangkan
keberuntungan. Tapi, setiap keberuntungan pasti itu karena adanya kesempatan. This is my chance! Aku akan memulai langkahku. Ini impianku, dan ini tekadku.
Aku tak peduli dengan semua omongan mereka tentang impianku. Aku tak peduli dengan semua yang selalu berusaha mematahkan asaku. Aku yang menciptakan mimpiku sendiri,
bukan mereka. Memang, tak semua orang menyukai apa yang kau kerjakan. Yakin dan percayalah, suatu saat mereka akan mengambil kembali kata-katanya, dan mereka akan
merasa bangga pernah mengenalmu. Make your own future! Talk less and do more!
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Teruntuk Kamu Part 3
Aku percaya
Setiap satu orang mempunyai orbit sendiri, dimana dia akan berjalan melewati orbitnya hingga suatu saat orbitnya akan bertemu dengan orbit lainnya, pasangannya.
Dan aku percaya, biarpun kita berjalan diatas 2 orbit yg berbeda, pd akhirnya kita akan dipertemukan di dalam satu orbit yang sama, dan kita akan melewati satu orbit bersama.
Aku percaya, jika aku memang takdirmu, kau akan memilihku. Nanti. Untuk saat ini, aku hanya dapat berdoa. Apapun yang terbaik untuk kita
Aku merindukanmu, tak bosan kukatakan itu. Aku menyayangimu, hari ini, besok, lusa, besoknya lagi, dan besoknya lagi, begitu seterusnya. Aku menyayangimu lebih dari sekedar
'selamanya'. Ketika aku menjauhimu, bukan karena aku telah berubah. Aku hanya ingin membersihkan luka hatiku saja. Percayalah, rasaku takkan berubah.
Cintaku takkan lekang oleh waktu, begitulah yang dikatakan Kerispatih lewat lagunya yang berjudul sama.
Jarak. Masalah kita hanya pada jarak. Dan jarak bisa menjadi boomerang untuk kita sendiri. Ketika kita jauh, adakah rasa saling percaya? Adakah kejujuran? Itulah yang mem-
buat jarak semakin menjadi masalah. Jarak bukanlah faktor utama perusak sebuah hubungan, malah seharusnya kita berterima kasih kepadanya. Dengan adanya jarak diantara
kita, kita dapat saling merasakan rindu. Ya, rindu yang kian lama membesar dan membuat luka. Tapi aku percaya takdir akan menyatukan kita.
Aku ingin memelukmu, tanpa terbatas oleh waktu dan tak terhalang oleh dia. Entahlah, kurasa aku mulai gila. Semua ketakutanku tentang dirimu, menyeruak masuk ke dalam
jantungku. Menerkamnya. Aku takut kehilanganmu, aku takut dengan tanpa sengaja melepasmu.
"Beri sedikit waktu agar ku terbiasa bernafas tanpamu" setiap detik yang kuhembuskan, setiap menit yang kulalui dalam hidupku, tak pernah sedikitpun aku melupakanmu.
Mungkin aku terlalu berlebihan, tapi inilah aku. Terlalu berlebihan mencintaimu.
Takdir Tuhan sangatlah indah. Jika pada akhirnya aku tak dapat memilikimu, aku tetap bahagia setidaknya aku pernah memilikimu di dalam perjalananku menemukan takdir.
Terima kasih, telah lahir ke dunia. Dengan begitu, aku dapat mengenal sosok indah tentangmu.
Aku ingin suatu saat, akulah orang pertama yang kau lihat ketika bangun tidur. Dan aku ingin suatu saat, akulah orang terakhir yang kau lihat ketika kau terlelap. Aku ingin
selalu ada untukmu. Tapi aku tahu, keadaan tidak mengizinkan ku untuk melakukan itu. Aku akan bersabar, bersabar menanti kapan datangnya 'waktu itu'. Demi bersamamu,
aku ikhlas melewati apapun, bahkan yang paling menyakitkan sekalipun. Karena yang kumau adalah, bagian terakhirnya-aku bersamamu.
Suatu saat, langkahku dan langkahmu akan bersatu menjadi langkah kita. Aku yakin dan keyakinanku mampu meluruhkan segala keraguanku. Aku tak peduli dengan mereka
yang selalu ingin memisahkan kita. Aku tak peduli dengan keadaan yang memaksa kita untuk berpisah. Aku tak peduli dengan jarak yang selalu memusuhi kita. Karena aku yakin
suatu saat mereka, keadaan, dan jarak akan berpihak kepada kita.
Kita adalah satu. Tunjukkan kepada dunia, sekuat apapun mereka menghancurkan kita, kita akan tetap bertahan sampai kita menemukan takdir.
Dan untuk menemukan takdir itu, aku butuh dirimu mendampingiku. Karena aku percaya, kau adalah takdirku. Takdir yang digariskan Tuhan kepadaku.
Takdir, jika bisa aku mengaturmu, biarkanlah. Aku dan dia bersama untuk waktu yang lama. Tuhan, biarkanlah aku menjadi takdirnya, begitupula dia menjadi takdirku.
Terima kasih Tuhan, aku percaya akan takdirmu. Kaulah yang mempertemukan kami, maka Kaulah yang akan memisahkan kami.
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Teruntuk Kamu Part 2
Jadi, aku belum cukup mengobati luka masa lalumu, ya?
Selamat Malam hampir pagi, untuk kamu yang di sana. Aku rindu, selalu.
Rasanya aku ingin berteriak, "Aku kangen kamu!"
Tapi percuma, kau tetap mengabaikanku.
Kau terlalu sibuk dengan obsesi masa lalumu.
Ya, sibuk menghidupkannya kembali.
Aku tahu semua orang, termasuk kau dan aku, punya masa lalu.
Dan menghargai masa lalu, bukan berarti menghidupkannya kembali, kan?
Kalau sudah bisa dihidupin, akunya dikemanain?
Hanya karena aku adalah kekasihmu,
Aku tak ingin menghalangimu untuk melanjutkan cerita lamamu.
Aku mencintaimu, jauh dalam lubuk hatiku.
Tapi seandainya bahagiamu adalah dia dan bukan aku,
Aku rela melepasmu.
Aku tahu aku bukan siapa-siapa dibandingkan dengan dia.
Aku bukan siapa-siapa dibandingkan dengan obsesimu selama bertahun-tahun.
Inilah saatnya aku harus bersikap dewasa.
Aku takkan membiarkan egoku menghalangi bahagiamu.
Pergilah, dan kejarlah obsesimu.
Air mataku telah mengering, otakku telah membeku hanya karena memikirkanmu.
Sakit, memang. Tapi aku jauh lebih bahagia melihatmu bahagia walau bukan aku bahagiamu.
Aku terlalu mencintaimu, hatiku terlalu meninggikanmu.
Dan aku terluka karena terlalu mengharapkanmu.
Aku sadar dengan jarak yang membentang jauh diantara kita,
Tapi tetap hati ini terjaga buat kamu.
Aku tak pernah mengkhianatimu, berpikir seperti itu pun tidak!
Aku cemburu, dan aku terluka saat mendengarmu menyebut namanya.
Tapi siapa aku? Bahkan untuk cemburu saja aku tak berhak.
Tuhan mengizinkan aku mencintaimu, dan untuk mencintaimu aku tak perlu izinmu
Aku hanya mengatakan apa yang sedang berkecamuk dalam benakku.
Tak mudah menutupi apa yang ingin kuungkapkan
Tapi setiap berhadapan denganmu, lidahku kelu.
Aku tak ingin membuatmu merasa bersalah karena menyakitiku
Tidak, aku terluka karena perasaanku sendiri
Aku yang terlalu mengharapkanmu
Aku terlalu mengharapkanmu meluangkan sedikit waktumu untuk mendengar rinduku
Begitu besarkah harapanku?
Aku hancur, aku terluka.
Kau bilang hatimu aku, nyatanya bukan untukku!
Dimanakah cinta yang dulu, masihkah aku di sana, di relung hati dan mimpimu?
Aku ingin menghilangkan rasa cintaku kepadamu, setidaknya mengurangi
Tapi aku tak bisa.
Besarnya rasa cintaku mampu menutupi rasa benciku
Aku selalu mencintaimu, dan menjadikanmu isi dalam doaku.
if I said that we could turn it back
Right back to the start
Would you take the chance and make the change
Do you pray that I'd never left your side
'Cos I still love you more than I can say
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Teruntuk Kamu Part 1
Jika kesedihan adalah hujan, dan kebahagiaan adalah matahari, maka aku membutuhkan keduanya untuk melihat sebuah pelangi. Entahlah, kurasa aku mulai membenci hujan,
karena hujan mengingatkanku kepadamu. Aku benci itu.
Aku masih ingat saat pertama kali aku mengenalmu, konyol. Aku baru saja kehilangan seseorang yang pernah mengisi hari-hariku, dan kau datang dengan sebuah harapan, mem-
buatku yakin akan satu hal : Sepertinya memang kita harus menemukan orang yang salah terlebih dahulu, sebelum akhirnya kita mendapatkan orang yang tepat. Ya, kurasa kau
lah orang yang tepat untukku. Mengenalmu, aku seperti menemukan sebuah bagian yang pernah hilang dari diriku. Aku seperti menemukan rumahku sendiri, tempat dimana aku
harus pulang, tempat dimana aku bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan.
Aku percaya, Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasang. Itulah alasan Tuhan menciptakan manusia terlahir secara tidak sempurna, karena Tuhan telah menciptakan manusia
lainnya untuk menjadi pelengkap dan pengisi bagian kosong manusia itu. Tuhan telah berbaik hati menciptakan manusia sepertimu, untukku. Jika saja aku mempunyai kesempatan
untuk mengucapkan terima kasih kepada manusia lainnya, aku akan sangat berterima kasih kepada ibumu yang telah melahirkan seseorang pemimpin untukku. Seperti nada tanpa
musiknya, dengan cara yang sama aku tak lengkap tanpamu. Kau melengkapiku, kau menyempurnakanku.
Bersamamu, aku merasakan arti hidup yang Tuhan berikan kepadaku. Bersamamu, aku merasa sangat berarti untuk orang lain. Bersamamu, aku merasa tidak ada lagi kekurangan
dalam diriku yang harus disempurnakan, karena kaulah penutup kekuranganku.
Cinta itu mudah, dan terlalu mudah hingga segalanya terlalu rumit. Cinta itu indah, tapi untuk menjalaninya tidak semudah seperti dalam dongeng. Akan ada badai yang meng-
hantam, cepat atau lambat, untuk mengetahui seberapa kuat cinta itu bertahan. Aneh, sama sekali tak pernah kurencanakan dalam hidupku akan bertemu seseorang sepertimu.
Cinta itu seperti air yang mengalir atas kehendak Tuhan. Dan aku berharap, hanya kehendak Tuhan lah yang mampu memisahkan kita. Aku percaya, jika aku memanglah takdir
mu, kau akan memilihku. Nanti.
Aku butuh keberadaanmu dalam hidupku. Aku tak pernah membayangkan bagaimana jika aku harus kehilanganmu. Sejak bertemu denganmu, aku mulai takut kehilanganmu.
Entahlah aku merasa seolah-olah kau akan menghilang ketika aku memejamkan mata. Ketakutanku semakin membesar kian berjalannya waktu. Aku telah mencoba sedikit demi
sedikit mengurangi rasa cintaku kepadamu. Kulakukan itu dan yang kutahu itu hanya menyiksaku. Aku tak sanggup melukai diriku sendiri dengan berusaha melupakanmu. Sulit
Dan sekarang, aku tahu satu hal : seberapa besar rasa cinta yg diberi adalah berbanding lurus dengan seberapa besar luka yang didapat. Aku mengalaminya sendiri. Semakin besar
kau mencintai seseorang, maka semakin besar pula luka yang akan kau dapati.
Ajari aku ...
Ajari aku untuk bisa menjadi orang yang kau cinta, karena aku tahu aku belum mampu untuk melakukannya. Sekian lama kujalani hariku bersamamu, aku tahu aku belum bisa
membuatmu bahagia. Karena bahagiamu, bukanlah diriku. Tapi aku yakin suatu saat aku akan menciptakan kebahagiaan itu sendiri, untukmu dan untukku. Untuk kita. Butuh
waktu, memang. Aku perlu sedikit waktu untuk membuatmu yakin bahwa akulah yang memilihmu, akulah yang bermimpi bahagia bersamamu.
Kumohon, tatap aku sejenak. Lihatlah ke dalam mataku, aku ingin berteriak "Aku mencintaimu" tapi lidahku keluh setiap aku ingin mengutarakannya. Aku tak sanggup. Aku tahu
kau akan meninggalkanku suatu saat, dan untuk itu aku tak ingin membuatmu ragu ketika meninggalkanku. Jika kau ingin pergi, pergilah. Tapi jika suatu saat nanti kau ingin
kembali, kumohon jangan lukai aku untuk kedua kalinya. Aku sudah cukup terluka dengan kepergianmu.
Kau datang dan pergi sesuka hatimu. Ya, aku tahu aku hanyalah figuran yang kebetulan lewat dan tidak berarti apa-apa untukmu. Maafkan aku yang selalu menyusahkanmu. Aku
sama sekali tidak berniat untuk masuk ke dalam kehidupanmu. Semua itu terjadi secara alami. Bahkan tidak ada rencana sama sekali. Tapi aku khawatir jika aku tidak pernah
mengenalmu. Aku takut jika suatu saat nanti aku bisa melupakanmu.
Dream, Believe dan Pray. Kusatukan ketiganya itu untuk menjalin cinta bersamamu. Aku bermimpi, suatu saat nanti akan menjadi wanita yang mendampingi segala suka dukamu,
Aku yakin jika suatu saat aku dapat mewujudkan mimpiku, dan aku berdoa kepada Tuhan agar selalu menjaga dan melindungimu untukku. I Love You.
Mungkin Tuhan menakdirkan lain dalam cerita cinta kita. Sekarang, bukan hanya aku dan kau yang berjalan pada satu orbit yang sama. Ada orang lain yang menemani kita
berjalan di atas orbit. Orang lain untukku, tapi tidak untukmu. Ketika aku merindukanmu, kukira kau merindukanku juga. Ketika aku memberikan sedikit perhatian kepadamu,
aku sangat berharap kau membalasnya. Tapi aku tahu, apapun yang kulakukan tidak akan pernah menyita perhatianmu.
Ah sudahlah, mungkin memang bukan jodoh. Jika aku bukanlah jodohmu, aku hanya berharap kau dapat bersanding dengan seorang yang jauh lebih baik dari aku. Tuhan, jaga dia
untukku. Sampaikan padanya, aku ikhlas dengan takdirMu.
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Kuikhlaskan Suamiku Menikah Dengan Wanita Pilihan Mama Mertuaku
#Diangkatdarikisahnyata #Latepost #NamaSamaran
Untuk kesekian kalinya aku menangis seorang diri. Namaku Hana. Usiaku 25tahun. Aku menikah dengan seorang lelaki, namanya mas Bram. Kami menikah lima tahun yang lalu saat usiaku menginjak 20tahun, dan suamiku 23tahun. Mas Bram adalah sosok lelaki yang sempurna untukku. Dia sangat baik, dan sangat menyayangiku. Dia juga tipikal orang yang romantis. Sejak menikah, kami tinggal bersama Mama dan adik perempuan mas Bram di rumah tempat mas Bram dilahirkan. Aku tak pernah tahu kenapa Mama mertua dan adik iparku tak pernah memperlakukanku dengan baik. Setiap mas Bram berangkat kerja, aku selalu diperlakukan layaknya seorang pembantu. Tapi ketika mas Bram pulang kerja dan berada kembali di rumah, mereka berlaku manis kepadaku, dihadapan mas Bram. Aku diam saja. Aku tak pernah mengatakan apapun yg sebenarnya kepada mas Bram tentang mereka.
Sudah lima tahun usia pernikahan kami, Allah belum juga memberi titipan anak kepada kami. Hingga akhirnya aku dan mas Bram sepakat untuk mengadopsi anak, yang kata orang untuk memancing agar cepat mempunyai momongan. Kami mengutarakan maksud kami kepada Mama. Dengan keras, Mama menolak dan mengata-ngataiku. Mama bilang aku sengaja tak ingin hamil karena takut melahirkan. Jujur saja hatiku terasa pedih. Mama yang sejak dulu tak menyukaiku, semakin membenciku. Aku hanya bisa berdoa dan bersabar. Aku tahu Mama tak ingin membenciku, Mama hanya ingin cucu dari darah mas Bram.
Suatu pagi, mas Bram menyampaikan sesuatu yang membuat aku gelisah. Mas Bram ditugaskan kerja diluar kota untuk sementara waktu, sekitar 2minggu. Aku pun menyetujui, walau berat rasanya untuk berpisah dengan mas Bram walau hanya 2minggu. Malam harinya aku dan mas Bram melakukan dinner di taman belakang rumah, sebagai perpisahan untuk kepergian mas Bram besok ke luar kota. Entah kenapa, perasaanku tak enak. Berat sekali melepas kepergian mas Bram. Tetapi mas Bram selalu punya cara untuk menenangkan hatiku. Keesokan paginya, aku, Mama dan adik iparku mengantar mas Bram sam pai Bandara. Setelah pesawat mas Bram take off, kami kembali pulang. Hari itulah penderitaanku bertambah dahsyat.
Sekarang aku mempunyai aktivitas baru yg dulu biasa dilakukan pembantu kami. Tragisnya, Mama tidak membiarkan aku tidur di kamar mas Bram. Tapi Mama menyuruhku untuk tidur di kamar pembantu di dapur belakang rumah. Hingga suatu hari, Mama membawa pulang seorang wanita cantik ke rumah kami. Awalnya kukira dia adalah teman sebaya adik iparku, ternyata aku salah. Setelah berkenalan, aku tahu nama gadis itu adalah Maria. Dari Mama, aku tahu kalau Maria adalah teman kecil mas Bram di Palu, kota kelahiran Mama. Seperti yang kulihat, Maria adalah wanita yang sangat cantik dengan rambut merah kecokelatan yang terurai panjang. Mama meninggalkan aku dan Maria yang sedang mengobrol di ruang tamu. Kemudian, yang paling membuat aku terkejut adalah Mama menyuruhnya tidur di kamar mas Bram. Aku menolak. Kamar itu adalah kamar kami -Aku dan Mas Bram- kenapa Maria harus tidur di sana? Bukankah rumah ini memiliki banyak kamar tamu yang salah satunya bisa ditempati Maria? Mama menamparku. Sebetulnya bukan tamparan itu yang membuatku menangis, tapi rasa kecewaku terhadap Mama yang sangat tidak menganggap aku sebagai menantunya.Aku berlari menuju kamar di dapur belakang. Hatiku pedih. Ingin sekali aku menceritakan semua kegundahanku kepada mas Bram. Untuk saat ini, aku benar-benar merindukan sosok mas Bram.
Sudah seminggu mas Bram pergi ke luar kota, dan sudah lima hari Maria tinggal di rumah kami. Entah kenapa aku merasa Maria tidak menyukaiku, dari tatapannya kepadaku. Mama dan adik iparku sangat menyukai Maria. Mereka lebih menganggap Maria ada, daripada aku. Sabarkanlah aku yaAllah ...
Dua minggu berlalu. Mas Bram tak kunjung pulang. Hari ini seharusnya mas Bram pulang ke rumah. Tapi entah sampai saat ini, belum datang juga. Perasaanku tak enak. Ada yang menjanggal dalam hatiku, entahlah. Mama, adik iparku, dan Maria sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Sementara aku, sendirian di rumah. Kudengar telepon berdering nyaring. Ketika kuangkat, dan mulai mendengar penelpon berbicara, hatiku teriris pedih. Pihak Rumah Sakit menelpon, memberitahukan mas Bram telah mengalami kecelakaan hebat ketika dia mengendarai taksi. Kabarnya, mas Bram sudah sampai di Jakarta jam sepuluh siang tadi. Taksi yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk bermuatan besar di jalan menuju pulang. Air mataku jatuh bercucuran. Aku segera menghentikan taksi yg lewat di depan rumah dan langsung ke Rumah Sakit tempat mas Bram dilarikan setelah kecelakaan. Selama perjalanan, tak hentinya kuucapkan shalawat dan tak lupa bersyukur karena mas Bram masih selamat. Aku mengusap pipiku yang basah dengan ujung jilbabku.
Akhirnya aku sampai di Rumah Sakit, dan langsung berlari ke ICU. Dari kaca pintu, kulihat mas Bram terbaring lemah dan dikelilingi beberapa Dokter medis yang menanganinya. Ya Allah, selamatkanlah mas Bram.
Selama hampir dua jam, akhirnya satu persatu Dokter keluar dari ICU. Salah satu dari mereka memberitahukan kepadaku bahwa kondisi mas Bram saat ini masih koma, dan belum sadarkan diri. Bahkan mas Bram mengalami gegar otak ringan akibat darah yang mengumpal di otaknya. Ya Allah. Setelah mendapatkan izin dari Dokter, aku masuk ke ruang dimana mas Bram terbaring lemah. Aku tak tega melihat mas Bram seperti ini. Alat-alat medis mengelilingi tubuh mas Bram, bahkan untuk bernapas saja mas Bram harus menggunakan bantuan alat medis.
Waktu ashar sudah masuk, aku berjalan pelan menuju mushollah Rumah Sakit. Seusai shalat, tak hentinya kudoakan agar mas Bram cepat membaik.
Aku kembali ke ruang ICU, di sana aku bertemu dengan Mama, adik iparku, dan juga Maria. Mama menatapku dengan sinis, lalu menyeret tanganku keluar ruangan. Mama memarahiku habis-habisan karena aku tak mengabarinya tentang mas Bram. Aku terlalu panik, sampai-sampai aku lupa memberitahu Mama..
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku datang ke Rumah Sakit. Mama, adik iparku dan Maria sedang berjalan-jalan dan menolak ketika kuajak datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk mas Bram. Akhirnya aku sendiri. Di ruang ICU, aku membacakan ayat-ayat alQur'an di telinga mas Bram. Aku tahu jasad mas Bram sedang koma, tetapi hatinya tetap normal dan sehat. Aku yakin mas Bram mendengarku.
Siang ini aku berencana untuk memeriksakan perutku yang akhir-akhir ini terasa sangat nyeri. Aku juga sering merasakan sesuatu seperti menusuk-nusuk di bagian rahimku. Awalnya aku mengkonsumsi obat-obatan ringan dari apotek, tp rasa sakitnya bertambah semakin menjadi-jadi. Akhirnya kuputuskan untuk segera memeriksakan ke Dokter.
Aku baru saja bersedih atas keadaan mas Bram yang harus terbaring lemah di ruang ICU. Dan sekarang, Allah mengujiku dengan penyakit kanker rahim yang sudah mengkronis di dalam tubuhku. Allahu Yakhfad...
Aku tak tahu harus mengadu ke siapa lagi selain Allah. Aku sengaja tak membicarakan keadaanku kepada Mama, atau bahkan mas Bram. Aku tak tega jika melihat mas Bram sedih hatinya. Aku harus kuat. Aku pasti bisa melawan penyakit ganas ini. Aku tidak sendirian. Allah selalu bersamaku. Allah selalu bersamaku. Kucoba menenangkan hatiku.
Selama lima hari aku selalu datang sendirian ke Rumah Sakit, merawat mas Bram, membisikkan ayat-ayat alQur'an di telinganya. Dan aku harus membagi waktu untuk mengobati diriku snediri, dan merawat mas Bram. Hingga keesokan harinya, aku telat datang ke Rumah Sakit karena harus membersihkan rumah yg sangat berantakan sejak sering kutinggal ke Rumah Sakit. Ketika aku sampai di ruang ICU, kulihat di sana ada Mama, adik iparku, dan juga Maria. Dan Alhamdulillah, mas Bram sudah siuman. Aku lega sekali. Aku menghampiri mas Bram dan kuraih tangannya untuk kucium. Tapi mas Bram diam saja tak seperti biasanya yang langsung mencium keningku. Tapi aku diam saja, aku sudah kelewat senang dengan mas Bram yg sudah siuman.
Semenjak mas Bram siuman, tingkah laku Mama, adik iparku, dan Maria berubah seratus delapan puluh derajat. Mereka sering datang ke Rumah Sakit untuk menjenguk mas Bram. Dan Bahkan Maria mulai mengerjakan hal-hal yang biasa kulakukan, seperti menyuapi makan mas Bram. Aku hanya bisa tersenyum. Dan entah kenapa mas Bram berubah. Dia lebih sering marah-marah kepadaku. Menurut Dokter, ingatannya sudah mulai normal. Mas Bram bisa dirawat di rumah dengan mengkonsumsi obat medis dari resep Dokter. Alhamdulillah.
Kedatangan mas Bram kembali di rumah membuatku merasa hangat. Tapi entahlah, mas Bram menjadi asing bagiku. YaAllah, kenapa lagi ini? Mas Bram yg sekarang, bukanlah mas Bram yg dulu menyayangiku. Mas Bram mulai membentakku, dan mulai berlaku kasar terhadapku. Hingga suatu malam, aku membangunkan mas Bram untuk shalat Tahajjud, mas Bram marah-marah karena aku telah mengganggu tidurnya. Akhirnya, kusabarkan hatiku, dan aku shalat bermunajat kepada Allah sendirian. Dulu, mas Bram sering membangunkanku untuk shalat sepertiga malam atau sekedar bermunajat. Aku menangis lirih dalam doaku.
"YaAllah, Engkaulah Maha Menghendaki apa yang terjadi baik yang nyata ataupun yang ghaib. Kuserahkan hidup dan matiku hanya untukMu. Terimakasih Engkau telah menciptakan manusia yang baik untukku, dan izinkanlah aku menjadi yang baik untuknya. YaAllah, apapun yang akan terjadi, tabahkanlah hatiku dalam menghadapi ujian dari Mu"
Rahimku terasa nyeri sekali. Kulepas mukenahku, dan kucari obat dalam laciku. Aku menelan butiran obat itu, namun anehnya rahimku semakin nyeri dan sakitnya tak tertahankan. Aku hampir menjerit. Namun aku menahannya, aku takut mas Bram mendengar rintihanku dan akhirnya terbangun. Selama tiga jam lebih, antara hidup dan mati, aku menahan rasa sakit di dalam rahimku. Tak terasa, air mata membanjiri pipiku. YaAllah, kuatkan aku. Kukerlingkan pandanganku ke samping kanan, kuamati raut muka mas Bram yang terlihat nyenyak dalam tidurnya. Subhanallah, aku hampir tak mengenal sosok suami yang sudah meminangku lima tahun yang lalu. Adzan subuh mulai terngiang di telingaku. Alhamdulillah, rasa nyeri dalam rahimku, akhirnya menghilang. Aku melakukan shalat subuh sendiri, tanpa mas Bram yang mengimami.
Keesokan paginya, aku sedang menyiram tanaman di taman belakang rumah. Kulihat mas Bram berjalan ke arahku, dengan rauit muka yang sulit ditebak. Tiba-tiba, dia menarik tanganku pelan, menuntunku hingga kami duduk bersandingan menghadap kolam ikan. Kami saling diam selama beberapa menit. Kemudian mas Bram mulai berbicara. "Nenek meminta kita datang ke Palu besok," aku menundukkan pandanganku, mengamati jari-jariku di atas rerumputan. "Iya mas, nanti Hana siapkan pakaian yang akan mas Bram bawa." Kulihat dari sudut mataku, mas Bram mulai berbicara. "Nenek ingin kita bersama-sama ke Palu. Aku, kamu, Mama, Adik, dan juga Maria." Serentak hatiku terasa terpukul. Entahlah, mendengar mas Bram menyebut nama Maria, seperti seolah-olah mas Bram tengah menamparku. Kenapa harus dengan Maria? Perasaanku mulai berkecamuk. Tapi aku tak mengutarakannya kepada mas Bram. Aku hanya mengangguk. Lalu mas Bram pergi meninggalkanku di taman.
Keesokan paginya, kami semua melakukan perjalanan menuju Palu, kota asal Mama. Selama berjam-jam melewati hal yang membosankan di dalam pesawat, akhirnya kami sampai di rumah nenek. Sejak kedatangan pertama kami di Palu, aku sudah mendapat pandangan sinis dari nenek. Tapi, aku yang terbiasa dipandang sinis oleh Mama, biasa saja. Malam itu aku dan mas Bram menempati kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar Mama. Aku merapikan pakaian-pakaian yang kami bawa ke dalam lemari kecil di kamar itu. Aku melepas jilbabku, dan menyisir rambutku. MasyaAllah, rambutku mengalami masalah kerontokan yang amat dahsyat. Mas Bram yang melihat rambutku rontok begitu banyaknya, cuma bilang "Jangan salah shampoo". Allahu Akbar. Aku ingin menangis sekarang juga. Aku ingin sekali bercerita tentang kanker ganas yang sedang kulawan ini kepada mas Bram, tetapi sepertinya mas Bram tak peduli dengan perubahanku sekarang yang sudah tampak seperti mayat berjalan. Badanku mulai mengurus, wajahku pucat, dan kepalaku sudah hampir botak.
Keesokan harinya, nenek meminta kami semua untuk berkumpul di ruang keluarga. Kumantapkan hatiku untuk mendengarkan apapun yang nanti mungkin menyakitkan bagiku. Aku duduk bersampingan dengan mas Bram. tangan mas Bram menggenggam erat tanganku. Kulihat mas Bram menundukkan kepalanya. Nenek mulai berbicara.
"Apa kamu tahu alasanku mengunangmu kemari, Hana?"
Aku kaget mendengar nenek yang berbicara hanya untukku. Aku menggeleng perlahan dan kupandang sekeliling keluarga mas Bram dan juga Maria yang menolehkan kepala untuk menatapku. Aku merasa seperti terintimidasi.
"Sudah lima tahun kamu menikah dengan cucu pertamaku, Bram, dan sampai sekarang kalian belum juga mendapatkan anak?"
Aku tahu ini pasti akan terjadi. Aku tak bisa menghentikan air mataku. Mereka, keluarga mas Bram, menuntut seorang cucu dariku yang sangat tidak mungkin bisa kuberikan. Genggaman tangan mas Bram semakin kuat. Aku tahu mas Bram menyuruhku untuk tetap tegar.
"Kami sudah capek menantikan cucu dari rahimmu!" ucapan paling erotis dari mulut nenek membuatku seperti tersambar petir. "Kami sudah sepakat untuk menikahkan Bram dengan Maria."
Lututku terasa lemas. Aku tak bisa berbuat dan bahkan berkata apa-apa. Sedetik kemudian aku menatap sosok Maria yang sedang duduk anggun di sebelah Mama. Dia yang akan menggantikan aku. Dia yang akan menjadi ibu dari anak-anak mas Bram kelak, bukan aku. YaAllah, kuatkan aku. Berikan aku kesabaran dalam menghadapi ujian dariMu..
"Pernikahan Bram dan Maria akan berlangsung besok di sini."
Aku semakin tak tahan mendengar ucapan nenek. Kulangkahkan kakiku, setelah meminta ijin, meninggalkan ruang keluarga dan berjalan ke kamar. Kututup pintu rapat-rapat, dan aku mulai menangis. Rasa sakit di rahimku mulai terkalahkan dengan rasa sakit di hatiku. Tapi aku tak boleh egois. Mas Bram butuh seseorang untuk menggantikanku jika kelak aku tak ada. Pernyataan Dokter yang mengatakan bahwa umurku sudah tak lama lagi, semakin membuat aku untuk lebih menerima pernikahan mas Bram dengan Maria. Hana harus kuat. Bismillah...
Aku mendengar pintu mendecit pelan, terbuka. Kulihat mas Bram sayup-sayup yang menghampiriku. Dia mendekapku, dan mencium ubun-ubunku. Setelah lama diam, akhirnya aku berbicara. "Hana rela jika mas Bram harus menikah dengan Maria. Demi Allah, Hana memang sedikit terluka, tapi Hana ikhlas mas Bram menikahi Maria. Aku senang akhirnya mas Bram memberikan aku teman di rumah, akhirnya aku tak kesepian jika mas Bram pergi kerja." Aku menggenggam tangan mas Bram. "Menikahlah dengan Maria, bahagiakan dia seperti mas Bram membahagiakan aku. Jagalah dia seperti mas Bram menjagaku." Mas Bram terdiam seribu bahasa. "Ciumlah ubun-ubunnya dan ucapkanlah doa, sebagaimana biasa mas lakukan untukku. Ajaklah dia shalat tahajjud seperti mas Bram mengajakku di sepertiga malam. Lakukanlah dia sebaik mungkin, jagalah perasaannya."
Keesokan paginya aku mentabahkan hatiku untuk menjadi saksi di pernikahan suamiku dengan Maria. Aku menundukkan kepala dan tak heti-hentinya membaca shalawat saat mendengar mas Bram mengucap ijab qobul. YaAllah...
Selesai akad nikah, kami sekeluarga langsung kembali ke Jakarta tanpa menunggu keesokan harinya. Malam ini, kami sudah sampai di Jakarta. Aku menyiapkan makan malam untuk kami sekeluarga. Selesai makan malam, aku masuk ke dalam kamar. Malam ini aku tidur sendirian, mas Bram tidur di kamar tamu yang sekarang menjadi kamarnya dengan Maria. Rahimku terasa nyeri kembali. Allahu yakhfad... Aku mencari-cari obat yang biasa kuminum untuk meredakan rasa nyeri, tapi yang kudapati hanyalah kotak kosong tempat obat. Aku lupa menebus obatnya di Rumah Sakit. Aku ingin melakukan shalat malam. Akhirnya kupaksakan kakiku ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Ketika melewati ruang tamu, aku melihat sosok mas Bram yang tertidur nyenyak di atas sofa. Aku mendekati mas Bram, kucium keningnya. Lalu ketika aku mulai berjalan untuk ke kamar mandi, tangan mas Bram menahanku. Mas Bram terbangun. Aku meminta maaf karena telah membangunkannya dari tidur. Tapi mas Bram hanya menatapku sepersekian menit. "Ayo kita shalat malam," mas Bram mengajakku bersama-sama melaksanakan shalat malam. Selesai shalat, waktu menunjukkan pukul tiga lebih sepuluh menit. Aku tak kuasa menahan rasa sakit yang menyerang rahimku. Aku sedikit merintih kesakitan, mas Bram mulai panik. Aku memegangi rahimku yang teramat sangat nyeri. Kemudian, kakiku mulai penuh dengan darah. Mas Bram yang melihat pendarahan di kakiku, langsung mengangkatku dan akan membawaku ke Rumah Sakit. Aku menolak di bawa ke Rumah Sakit. Mas Bram mulai menangis. "Kamu kenapa?" Tanyanya panik."Rahimku terserang kanker, stadium akhir." Hanya itu yang mampu kuucapkan. Nafasku sudah mulai menyumbat. Aku tak kuat lagi menahan sakit yang teramat perih. Mas Bram tercengang dan menyesal karena telah menyia-nyiakan aku selama ini. Mas Bram mendekapku erat, mencium keningku, dan membisikkan ayat-ayat suci di telingaku, dan menuntunkan kalimat syahadat.
Hingga akhirnya Hana tertidur untuk selamanya dalam dekapan suaminya untuk terakhir kalinya. Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un
#Fakta : Alasan Bram memperlakukan Hana dengan kasar setelah Bram sembuh dari komanya adalah Mamanya yang selalu menceritakan keburukan tentang Hana. Mamanya bilang, selama Bram koma di Rumah Sakit, Hana selalu pergi menghambur-hamburkan uang untuk belanja hal-hal yang tidak penting, dan bahkan Mamanya bilang jika Hana sudah selingkuh dibelakang Bram. Bodohnya, Bram mempercayai semua omong kosong itu, dan menyia-nyiakan istri sholehah seperti Hana.
Wallahu A'lam Bish Showaab
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Kunci Kesuksesan
GoodNight. Kesuksesan adalah tujuan hidup dari setiap manusia yang hidup. Tapi bukan itu tujuan sebenarnya. Sukses hanyalah tujuan manusia ketika mereka hidup, karena setelah mati akhirat lah sesungguhnya tujuan mereka selama ini. Dalam hal ini, kesuksesan yang sedang kita bahas adalah kesuksesan yang bisa dicapai di dunia. Seperti yang dikatakan Agnez Mo, 'Dream, Believe and Make It Happen' itulah yang akan menjadikan kesuksesan itu sendiri ada. Hanya dirimu sendiri lah yang tahu apa kunci kesuksesan untuk dirimu, bukan orang lain. Karena kau yang paling tahu apa yang terbaik untuk dirimu sendiri. Ada kalimat 'Don't stop to try, and don't try to stop'. Sederhana tapi membangun. Berdo'alah selama kau mampu, berusahalah semaksimal mungkin karena nggak ada usaha yang minimal untuk hasil yang maksimal, dan tak ada pula usaha maksimal yang mubadzir. Fighting!
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Aku Tak Butuh Lelaki Sepertimu
Selamat malam, bagaimana hari-harimu tanpa diriku? Aku sudah baik-baik saja tanpa dirimu. Bahkan sangat baik tanpa dirimu. Memang awalnya susah untuk melupakanmu, tapi alhamdulillah aku mendapat support dari keluarga dan orang-orang terdekatku. Mereka selalu memberiku nasihat-nasihat yang membuatku bangkit kembali. Mereka membuatku sadar bahwa kau bukanlah segalanya. Mereka membuatku membuka mata selebar-lebarnya. Aku tak boleh seperti itu terus menerus. Aku tak boleh terus merindukan seseorang yang tak bisa kumiliki. Aku sudah menghapus segala sesuatu yang mungkin mengingatkanmu kepadanya. Sekarang, yang tersisa hanyalah jaket putih yang dulu pernah kau pinjamkan untukku. Aku janji, suatu saat kalau Allah mempertemukan kita kembali, akan kukembalikan jaket itu. Aku tak ingin jaket itu ada di dalam lemariku semakin lama lagi, akhirnya maaf jika kutaruh jaket itu di tempat lain yang tidak memungkinkan untukku melihatnya setiap hari. Untuk melupakan masa-masa indah bersamamu, aku harus siap kehilangan semuanya. Menghapus semua foto-fotomu dari laptopku, menghapus VN yang dulu pernah kau kirimkan untukku, menghapus semua nomor telepon yang dulu pernah kau gunakan untuk menghubungiku, menghapus pertemanan denganmu di facebook, itu semua membuatku lega dan aku yakin akan sangat mudah untuk melupakanmu.
"Hapus semua yang memungkinkanmu ingat kepadanya, perlahan tapi pasti, kau akan mudah melepaskannya. Relakan dia yang bukan untukmu. Aku tahu sulit rasanya melupakan kenangan ketika bersama, aku pun pernah merasakan itu. Tapi pelan-pelan saja, kau pasti bisa". Aku lega mendengar nasihat-nasihat dari keluarga dan sahabat-sahabatku.
Memang kau pikir siapa dirimu?! Kau pikir aku takut kehilanganmu? Tidak. Awalnya memang begitu karena kupikir kau lain daripada yang lain. Kupikir kaulah satu-satunya lelaki yang beda. Tapi setelah kutahu, kau sama saja seperti yang lain. Tidak lebih apapun. Izinkan aku mem-bencimu saat ini. Karena mungkin membencimu lah satu-satunya hal yang bisa kumiliki selain membalas dendam kepadamu. Sejak saat itu, aku merasa muak kepadamu. Jangankan mengingat wajahmu, jangankan menyebut namamu, mendengar namamu disebut saja rasanya sudah menjadi hal yang tabu untukku. Aku tak ingin lagi menyebut namamu! Aku tak ingin lagi mengingat bagaimana kau menyakitiku begitu dalam. Pergi jauh-jauh, aku tak butuh lelaki sepertimu yang mudah memberikan mimpi-mimpi manis kepada wanita mana pun. Aku tak butuh lelaki yang selalu mengobral kata-kata manis tanpa menghargai seseorang yang begitu tulus mencintainya. Aku tak butuh lelaki yang tidak mengakui keberadaanku. Aku tak butuh lelaki yang memanfaatkan 'jarak jauh' untuk bisa melakukan pendekatan dengan wanita lain. Aku tak butuh lelaki yang NATO 'Not Action Talk Only'
Bye maksimal! I hate you!
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Selasa, 05 Agustus 2014
Every Moment That We've Done
Ini foto bareng mbak Dhella. Haha liat hijab ala Dhella, it was so amazing even only created by herself. Well done!
This photo is take by Ega (If I'm not wrong, sorry I've forget) at WBL Lamongan
I am with Juple. Oh my god, it feels so long time ago. I don't know why I really miss them all.
Rock N' Roll guys. Haha. Yeah, We've gone mad after all of exams. So, nevermind about our style, rock n' roll, Let me kiss you or let me kill you, yeah !!!
It is took at my friend's wedding home. It's the first time that we've gone to wedding moment together. Really join it. From Left to Right : Dhella, Madu, Me, and Juple.
From left to right : Juple, Me, Mak, Madu, Dhella, Alfi, Nina, Endah, etc.
Yeah, I am with my fuckin' friend. Haha
This photo was took on the end of years 2012, with madu, there I am.
At our friend's wedding moment
This pict was took on the middle of April month. That is when our last ceremony before we come out of Ma'had. Me with Nina
With Ega in our lovely room.
From left to right : Me, Yuni, Madu, Juple, and Ega. It is take by Dhella
From left to right : Juple, Me, Dhella, and Yuni. Selfi time!
Yuhuu, there we are.
I'm really miss that moment, every moment when we still together. When will we meet again? I've gone mad because I miss you all so much. Every moment in our room, oh my god I cann't hold my self to do not cry. I miss you all.
From left to right : Ega, me, and juple
I don't know how to say that 'I Miss You All'. I miss every step that me make together. I miss every moment when we buy indomie in Pak Sip Inn. Oh my god, I hope we can repeat again later. Keep your health, my friends. See you later in different time, different place. Hope you all always remember me on your mind!
Noone can change a person but someone can be the reason for a person change
XOXO✌
IG : minaeffendy
Twitter : @minaeffendy
Snapchat : minaeffendy
Ask : Ask.fm/minaeffendi
Tumblr : minaeffendy.tumblr.com
Langganan:
Postingan (Atom)











%C5%9F%CF%94%C4%83%C6%99%C2%A1%C5%9F(%7B%7D)%C6%BC%CE%BE%E2%82%A3%CE%B9%CC%A5%EE%9B%AD.jpg)






