Selasa, 16 Desember 2014

Ketika Tuhan Mengizinkan Kita Bersama

Entah berapa kali kita dipisahkan oleh badai. Tak peduli berapa kali kita akhirnya mengalah pada keadaan. Dan sekarang kita bertemu lagi, bersama kembali. Rindu yg sekian lama kupendam, akhirnya membuncah tak tertahankan. Betapa aku merindukan kehadiranmu di sisiku. Ah, aku ingat bagaimana dulu ku tak peduli berapa banyak kau mencoba mempertahankan kita. Maafkan aku. Aku terlalu jahat, ya? Tapi aku hanya ingin kau sadar bahwa aku sangat terluka, karena memang aku sangat mencintaimu. Aku tak pernah membayangkan dulu bagaimana aku tak bisa melupakanmu. Semakin aku membencimu, semakin aku takut kehilanganmu. Aku tahu aku salah, tak pernah luangkan sedikit waktu untuk sekedar memperhatikanmu. Ketahuilah, aku hanya tak tahu bagaimana aku harus memperhatikanmu. Aku bukanlah pecinta yang baik. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yg lebih baik setiap harinya. Tahukah kau, aku ingin menghabiskan masa tua bersamamu. Aku ingin kita menua bersama-sama, meminum teh di teras rumah sambil melihat cucu-cucu kita bermain di halaman rumah. Ah, indah sekali. Jika kau diberi kesempatan untuk hidup selama 99tahun, aku ingin meninggal sehari sebelum kau berusia 99tahun. Dengan begitu, aku tak perlu hidup tanpamu walau hanya sehari. Kelak kita akan membangun keluarga bersama, mendidik mereka, dan merawat mereka sampai mereka melahirkan anak-anak mereka. Sederhana, bukan? I love you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar