Jumat, 15 Mei 2015

Menyambung Rindu Via Telepon

Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. Kita berbicara, melepas rindu, mengumbar cinta, hanya via telepon. Aku tak tahu kapan kita akan bertemu kembali, aku sangat menantikan itu. Bulan berdiri tegak di atas sana, memberi senyuman seolah mencibirku karena sikap konyolku yang merindukanmu. Aku tak peduli. Biarkan saja bulan di atas sana mencemooh cara kita menyambung rindu. Tetap saja dia bulan, dingin dan acuh. Kulihat langit semakin menggelap, bintang pun memudar. Rasa rinduku semakin lama semakin menjadi luka. Aku menghela napaski dalam-dalam. Apa bedanya aku dengan bulan? Kami sama-sama tak bisa menyingkirkan sepi. Menyedihkan.
Beberapa menit yang lalu, aku merasa sedih karena harus mengakhiri obrolan kita malam ini. Aku ingin marah, tapi aku menahannya. Masih ada hari esok, pikirku. Aku sangat merindukanmu. Mengertilah. "Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi!" Sejujurnya, aku ingin berkata begitu. Lagi, lagi dan lagi aku harus menelannya. Aku tahu ini ego dan pasti akan buruk jika aku berpihak padanya. Aku tak ingin hal buruk apapun terjadi diantara kita. Ini saatnya kuharus bersikap sedikit dewasa, at least.
Ada kalanya aku jenuh harus menjalin hubungan Long Distance Relationship seperti ini. Ada kalanya egoku mengalahkan perasaanku. Dan ada kalanya aku tak mampu membendung cemburu dan kecurigaanku terhadapmu. Tapi kata orang cinta harus berkorban! Kita bukanlah satu-satunya Distancer, jadi untuk apa kita harus menyerah? Untuk memberitahu mereka bahwa kita lemah? Tidak! Sebaliknya, kita harus berjuang bersama, dalam suka maupun duka, bertahan dan membuktikan kepada dunia bahwa TAK SELAMANYA LDR ITU GAGAL😊
GdNight~❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar