Kita tak pernah tahu siapa yang akan menemani kita sampai akhir. Tapi aku selalu berharap kamulah ujung dari penantianku selama ini. Entah itu hanyalah sebuah harapan atau kenyataan. Aku menerimamu apa adanya, seperti bagaimana kamu menerimaku. Kamu bukanlah lelaki sempurna, dan aku tidak mengharapkan itu. Tapi karena ketidaksempurnaan itulah yang membuatmu membutuhkanku, menginginkanku untuk melengkapimu. Kamu bukanlah manusia hebat yang tidak membutuhkan doa dan dukungan dariku. Tidak, kamu masih membutuhkan itu semua dariku. Aku, kamu dan kita. Seperti pasangan yang lainnya, kita tak mengharapkan perpisahan. Aku tak ingin kehilanganmu, kehilangan laki-laki yang mencintaiku sepenuh hatinya membuatku lemah. Aku pernah mengalami hal itu dan aku sadar betapa berharganya memilikimu. Tak sedikit dari mereka yang memilihmu, tapi entah kenapa kau tetap mempertahankan aku. Kamu menguatkan aku, memberi harapan di setiap nafasku.
Tak ada yang lain selain kamu. Beberapa laki-laki memang dekat denganku, tapi tak ada satupun dari mereka yang mampu merebut hatiku. Hatiku milikmu, sepenuhnya. Jangan meragu, itu akan menyakiti hatiku. Kita memang jauh, rapi itu tak berarti aku bisa mengkhianati kepercayaan yang telah kamu berikan untukku. Aku menjaga perasaanku untukmu. Itu janjiku.
Pernah beberapa kali kamu merajuk karena kedekatanku dengan laki-laki lain, itu membuatku frustasi. Bagaimana caraku meyakinkanmu? Mereka hanyalah sebatas teman, tidak lebih. Kamulah spesialku. Kamulah cintaku.
Aku hanya berharap berakhir denganmu. Itu saja, tidak lebih. Kumohon, percayalah. Di setiap aku meninggalkanmu, itu hanya akan membuatku menyakiti diriku sendiri. Aku tak pernah benar-benar berniat untuk menyerah. Aku hanya lelah. Di samping itu, aku hanya ingin bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar